Showing posts with label DUNIA AZRA: CATATANKU.... Show all posts
Showing posts with label DUNIA AZRA: CATATANKU.... Show all posts

Thursday, June 05, 2014

Tak Sangka Aku...


Tak sangka aku... begitu nama tajuk novel saya yang kelima bersama Grupbuku Karangkraf, begitu jugalah perasaan saya bila diberitahu yang manuskrip saya akan diterbitkan oleh pihak penerbitan... jujur, saya benar-benar tak sangka yang novel saya akan diterbitkan dalam masa terdekat ini... apatah lagi dalam jangka masa yang tinggal hanya dua bulan lagi untuk saya bergelar seorang ibu... rupa-rupanya, saya bukan saja akan menantikan kelahiran anak sulung saya bersama suami tetapi juga anak kelima saya bersama dengan Buku Prima pada tahun yang sama... syukur Alhamdulillah, itu saja yang mampu saya luahkan kali pertama mengetahuinya...
gembira? pastinya ya kerana telah lama karya saya ini berada di portal Ilham Karangkraf... kalau tidak salah, sudah melebihi usia setahun lebih... itu belum kira masa manuskrip ini berada di pejabat editor Buku Prima... mungkin lebih dari dua tahun...
apa kelainan yang ada dalam karya terbaru saya ini? hmm... kelainannya, saya sendiri tak dapat tafsirkan... hanya mampu mengatakan bahawa novel ini adalah antara novel karya saya yang paling lama berada di dalam ruang kepala saya iaitu sejak saya di bangku sekolah lagi... berangan-angan, berkhayal, itulah sifat saya sejak mengenali dunia membaca... karya ini adalah salah satu daripada contoh hasil angan-angan saya ketika di bangku sekolah dulu... sebagai remaja, ada saja perasaan tidak puas hati setiap kali membaca karya-karya penulis ternama... bukan kerana tidak puas hati dengan jalan cerita atau watak yang diperkenalkan tetapi lebih terarah kepada rasa ingin membentuk watak sendiri dalam karya orang lain... dari perasaan itulah timbulnya rasa ingin membuat watak sendiri dan akhirnya, wujudlah novel-novel karya sendiri yang datangnya dari angan-angan kosong awalnya...
jujurnya, novel pertama hingga novel keempat saya lahir tanpa saya sendiri duga... jalan cerita, watak dan segala yang berkaitan datang dari suasana sekeliling... saya melihat sesuatu situasi dan dari situlah wujudnya idea untuk menjadikan sebuah karya tapi dengan cara saya tersendiri... berlainan dengan novel kelima saya ini, inilah satu-satunya novel yang lahir dari perancangan akal saya sendiri... berkembang dari satu watak ke satu watak hingga akhirnya penuh di dalam kepala... terpaksalah saya meluahkannya di dalam helaian kertas hingga dijadikan sebuah karya...
apa yang boleh saya katakan, kelahiran karya ini sememangnya saya nanti-nantikan untuk diterbitkan menjadi sebuah novel bercetak... tidak mengapa jika tidak segah novel-novel penulis-penulis ternama yang lain tapi cukuplah jika novel ini mampu memberi pengajaran dan pengetahuan pada pembaca... itu doa saya saban waktu... bagi yang ingin mengetahuinya dengan lebih lanjut, anda boleh membacanya di Portal Ilham Karangkraf dengan mengikuti link berikut: 
http://ilham.karangkraf.com/karya-detail.aspx?idk=262&idc=15947
atau membacanya di blog tak indah saya : 
http://karya-azraaryriesa.blogspot.com/

Selamat membaca buat semua...



Saturday, October 05, 2013

Sekadar berkongsi rasa....



Lama sudah tidak menulis di sini... rindu? ada jugak perasaan tu walau tak sepenuhnya... sehari dua ni saya sibuk menyiapkan blog terbaru... sengaja buat blog baru walau sedar, blog yang sedia ada ni pun tak terjaga... bukan apa, blog ni bolehlah dibuat blog tempat meluah perasaan... nak baca karya2 saya, silalah ke blog yang terbaru ya... nama blog? mudah saja, http://karya-azraaryriesa.blogspot.com/ pendek dan mudah diingat bukan? entah macam mana boleh terkeluar idea nak meletak nama tu pun saya tak tahulah sebab masa buat blog baru ni, otak blank sekejap... maklumlah, kepala penuh dengan manuskrip terbaru yang masih dalam pembikinan...
hari ni, satu hari saya habiskan masa dengan membuat blog baru... ala, blog biasa2 aje pun... sebab tulah tak guna template yang cantik dan gah macam penulis2 lain... asal orang minat baca karya saya, itu sudah saya syukuri...
bercakap tentang karya terbaru saya, semuanya saya letakkan di Ilham Karangkraf... Insya Allah, ada rezeki adalah karya terbaru saya... jika tiada pun, saya yakin Allah tetap akan memberi rezeki walau dengan apa cara... asalkan rajin usaha dan selalu berdoa, Insya Allah hajat kita tidak akan pernah dihampakan... lagipun, cepat atau lambat sesuatu rezeki itu tiba bukannya berada di tangan kita... hanya Allah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita... jangan lupa, perancangan Allah jauh lebih baik dan sememangnya yang terbaik untuk kita... Insya Allah... 
Di waktu ini, berlangsungnya jualan gudang di Grup Bukukarangkraf... saya tak mampu nak sertai, sekadar boleh tolong promosi pada kawan-kawan yang tidak tahu... sekadar menghantar mesej di laman sosial Facebook dan juga mesej telefon... bukan tidak berminat untuk turut serta membuat promosi besar-besaran tapi kekangan masa membantutkan niat... tak apalah, semoga semuanya berjalan dengan cukup lancar dna meriah... buat kawan2 yang sudah dan ingin ke sana, jangan lupa dapatkan karya2 terbaru terbitan Grup Buku Karangkraf... Insya Allah, karya2nya pasti tidak akan mengecewakan... buat sesiapa yang tidak dapat pergi seperti saya, bantulah melakukan promosi sekadar mana yang termampu... bukan kerana saya penulis Grup Bukukarangkraf maka saya mempromosi tapi kerana berkongsi ilmu itu besar pahalanya... besar manfaatnya jika kita saling menyeru saudara seagama mahupun sesama manusia untuk sentiasa menambahkan pengetahuan... fikir2kanlah ya... salam hujung minggu buat semua...

Sunday, September 01, 2013

Terima kasih semua...



Hari sabtu lalu, berlangsung pertemuan penulis-penulis Grupbuku Karangkraf... satu pertemuan yang dianggap manis dan berlangsung dengan jayanya oleh saya yang turut menghadirinya... meriah, itu yang saya rasakan sepanjang berada di sana... tak sangka penulis yang sudah lama tidak bergiat aktif dalam bidang penulisan ini masih dikenali... terharu saya jadinya walau belum sampai tahap ingin menangis gembira tapi jujurnya memang saya gembira dengan pertemuan kali ini... saya dapat bertemu semula dengan penulis-penulis seangkatan saya, penulis-penulis baru dan yang paling saya suka, sudah tentulah dapat bertukar-tukar pendapat selain menambah kenalan... saya bukanlah seorang yang memilih kawan namun bila bertemu dengan orang yang sekepala, memang seperti bertih jagung digoreng jadinya mulut saya nan satu ni... ada saja yang ingin ditanyakan... 
apapun saya terkilan kerana saya tidak sempat bertegur sapa apalagi bersua muka dengan beberapa orang penulis yang saya kagumi seperti kak Asmah Hashim, kak Siti Rozilah dan beberapa penulis yang lain... tak sempat, itu saja yang saya mampu katakan... mungkin ada yang terkilan tapi sejujur2nya, saya lagi terkilan kerana tidak dapat bertukar2 khabar dengan mereka yang selama ini seringkali menegur saya di facebook... cukup terkilan dan ribuan maaf saya hulurkan... hanya Allah saja yang tahu betapa mendalamnya rasa terkilan saya ini... apapun saya harap saya akan dapat bersua muka dengan mereka di masa akan datang... itu harapan saya dan semoga menjadi kenyataan suatu masa nanti...
berkata tentang perjumpaan penulis, saya akui saya berpuas hati dengan penjelasan yang diberikan oleh pihak pengurusan Karangkraf berkaitan kedudukan penulis dan semua perkara yang telah dibentangkan... memang itu yang saya harapkan, penulis dan penerbit saling memahami antara satu sama lain... walau di pihak peribadi saya, ada juga beberapa perkara yang kurang memuaskan tapi saya sedar, tiada perkara yang sempurna dalam dunia ni dan saya terima semuanya dengan hati terbuka...
terima kasih juga pada pihak Grup Buku karangkraf atas layanan kelas pertama yang anda semua berikan... ikhlas dan begitu bersahaja di mata saya... bagi saya, ini adalah pertemuan yang paling manis sepanjang saya bernaung di bawah Grup Buku karangkraf... saya tidak katakan layanan Grupbuku Karangkraf sebaliknya sebelum2 ini tapi inilah layanan yang terbaik... baik dari segi apapun, saya akui sememangnya yang terbaik!
walau saya dan juga penulis-penulis lain tidak berharap diberi layanan sebegitu namun saya amat menghargainya... terasa kehadiran saya pada hari itu amatlah berbaloi... sungguh tidak sia2... moga-moga beginilah layanan Grup buku Karangkraf pada setiap penulis-penulisnya... bukan makanan sedap atau tempat mewah yang kami harapkan tapi layanan mesra dan sikap tidak memilih kasih itu yang sangat2 kami, penulis-penulis perlukan...moga2 ukhuwah antara kita akan terus berkekalan baik selama-lamanya... buat penulis-penulis lain, moga2 hubungan persahabatan yang baru dan telah lama terjalin akan terus erat di masa depan... amin Ya Rabbal Alamin...

Saturday, August 17, 2013

Inilah diriku...

Entah mimpi apa saya pagi ini... usai solat subuh saja terasa nak membuka blog yang jarang-jarang dijengah...sekadar membuka, tidak ada rasa untuk menambah baikkan blog yang sedia usang ini... penulis-penulis lain sentiasa meletakkan mewar-warkan perkembanga terkini mereka pada semua... lain pula pada saya... lebih suka menyimpan kehidupan peribadi dengan orang-orang terdekat sahaja...
Ada yang pernah bertanya, apa sebenarnya yang saya lakukan dalam hidup? buat seketika saya buntu untuk memberi jawapan... saya tak pasti sama untuk berterus terang atau lebih baik mendiamkan diri... tapi di hati, saya hanya menjawab, tak kiralah apa pun saya lakukan, asalkan Allah mengetahui dan merestui, itu sudah mencukupi... 
bercakap tentang dunia penulisan, sesekali rindu saya untuk menulis... saya bukanlah seorang penulis hebat, malah tidak dikenali pun... mungkin kebetulan saya terjun dalam bidang ini gara-gara saya minat membaca dan otak pula suka berangan-angan hingga tepu jadinya... mahu tak mahu saya luahkannya di atas helaian kertas dan akhirnya, terbentuklah sebuah novel... itu sebenarnya asal usul saya berada di dunia penulisan ini... 
kadang-kadang, terfikir juga saya... apa sebenarnya yang saya cari dalam dunia penulisan ini? populariti? kekayaan? atau selain dari itu? saya tak tahu... cuma saya rasa puas bila hasil karya saya dapat diterima pembaca dan mendapat kirtikan positif mahupun negatif... tidak dikenali? sesuatu yang saya tidak peduli sebenarnya... malah saya lebih suka jika kehidupan saya tidak diketahui sesiapa kecuali Dia yang Satu... pada saya, itulah yang sya cari... kehidupan tanpa gangguan dan dalam masa yang sama, saya mampu melakukan apa yang saya mahu... saya tidak kedekut untuk berkongsi ilmu penulisan yang tidak seberapa ini dengan sesiapa tapi lokek untuk berkongsi kehidupan peribadi... itu kata kawan-kawan saya dan saya akui, itulah saya... 
pernah juga kawan-kawan rapat bertanya, pada siapa saya berkongsi rasa kalau bukan dengan orang-orang terdekat? saya kata, hanya satu tempat iaitu Allah Taala... bukan saya tidak percaya pada manusia, tapi saya lebih selesa 'berbual-bual' dengan Dia kerana saya tahu, tiada sempadan kita denganNya...
salam sayang untuk semua...

Thursday, August 15, 2013

Inilah kehidupan...

Dah lama saya tak menulis di sini...ayat sama yang saya ulangi di ruang ini...sekarang bukan tiada masa tapi malas... kenapa? usah ditanya... sesekali bila datang penyakit malas, boleh dimaafkan lagi tapi kalau dah selalu boleh membawa padah bukan? bahaya untuk kehidupan...
Mujur saja saya malas menulis di sini tapi masih rajin membuat karya terbaru...terima kasih pada mereka yang masih lagi setia menanti karya2 hasil tulisan saya di novelkan...jujurnya, saya sendiri rindu untuk kembali berada di dunia penulisan...namun hidup kadangkala menduga kita...ada saja halangan yang datang... nak dimarahkan pada siapa? Allah SWT? tentu sekali tidak...
jika bukan Dia yang memberi dugaan, kita sendiri pun tidak pasti setakat mana iman di dada kita...jika kita tidak kuat, pasti telah lama kita hanyut dalam kehidupan sendiri...syukur, Allah masih menyayangi saya...kerana itu Dia beri pelbagai dugaan pada saya hingga satu ketika, saya hampir2 kehilangan pegangan...mujur Allah membuka hati untuk menerima hidayah...Alhamdulillah, saya bahagia dengan kehidupan saya sekarang...Terima kasih Ya Allah kerana menyayangi aku...
Ada yang pernah bertanya, ke mana menghilangnya saya selama dua tahun ini? jarang2 sekali karya saya menjengah pasaran novel... apatah lagi promosi...sekadar mengharapkan pihak penerbit yang tak jemu2 membantu...jutaan terima kasih buat pihak penerbit...jawapan saya hanya satu...bukan semua kisah kehidupan perlu dihebahkan pada semua...adakala, cukuplah jika kita dan Allah saja yang tahu...mungkin suatu ketika nanti, bila telah tiba masa dan waktu yang sesuai, saya akan berkongsi segalanya dengan semua...tapi buat masa sekarang, cukuplah saya dan Dia yang tahu...saya sendiri hakikatnya masih terkejut, terkedu malah tidak percaya dengan apa yang saya lalui selama dua tahun ini...tapi, inilah kehidupan...tiada apa yang mustahil untuk kita lalui dalam dunia sementara ini...percaya atau tidak, segala-galanya sudah ditentukan oleh Dia yang Maha Berkuasa dan sebagai manusia, kita tidak punya hak untuk mempertikaikannya....laluilah segala2nya dengan sabar dan redha...Insya Allah, bahagia akan jadi milik kita...percayalah...
tiada apa yang saya harapkan dengan kepulangan saya ke dunia penulisan semula melainkan dari melihat hasil karya sendiri memberi kepuasan kepada pembaca...ironinya, saya bukanlah seorang penulis yang kaya dengan pengetahuan malah masih mencari-cari ilmu di mana-mana namun saya cuba untuk menghasilkan yang terbaik, agar memberi manfaat pada pembaca semua...
buat mereka yang menanti karya terbaru saya, jangan segan2 untuk membacanya di Ilham Karangkraf... klik saja linknya di bawah... itu adalah hasil karya saya dua tahun lalu yang lalu yang telah saya editkan semula mengikut laluan semasa... semoga terhibur... salam sayang buat semua...

Monday, June 17, 2013

Sayangi mereka selagi ada...


Semalam merupakan hari bapa....tak sempat saya nak ucapkan selamat hari bapa kepada semua lelaki yang bergelar ayah, daddy, bapa, walid, abi atau apa saja lagi panggilan yang diberi...bukan lupa tapi tak ingat...samalah tu kan? maklumlah, sibuk dengan urusan harian yang tak akan berhenti rasanya sampai akhir hayat...
seronok bila terkenangkan sambutan hari bapa yang pernah saya dan adik beradik lakukan untuk arwah bapa tersayang... tiada kek, tiada kad, tiada juga parti...hanya kami berkumpul ramai-ramai dan saling bertanya khabar di depan bapa yang kelihatannya cukup gembira dengan kepulangan anak-anak...beliau sebenarnya seorang bapa yang fizikalnya kelihatan garang, serius dan tegas... tapi hakikatnya, beliaulah kawan, sahabat dan bapa yang paling penyayang pada kami adik beradik, anak-anaknya...
pernah sekali saya hampir-hampir dihanyutkan arus banjir yang deras, masa tu saya di tingkatan 3...bapalah orangnya yang menyelamatkan saya...dia juga yang menjadi orang pertama mendengar segala masalah yang saya hadapi tak kiralah masalah biasa mahupun bersifat terlalu peribadi...tak malu saya akui, bapa adalah seorang kawan malah hero hidup saya selama-lamanya...meski saya sudah punya hero sendiri setelah pemergian beliau, bapa tetap hero utama di hati saya...
ingat saya suatu masa dulu...kehidupan kami sekeluarga sangat-sangatlah susah...ibarat kais pagi makan pagi, kais petang makan petang...makan hanya sekadar alas perut...pakaian pun jarang-jarang berganti...tapi ketika itu, kehidupan kami sangat-sangat bahagia...arwah bapa selalu berpesan, berpada-padalah apabila berbelanja...jangan terlalu mengikut nafsu dunia...dan kini bila kehidupan kami sedikit senang daripada dulu, pesanan itu tak pernah saya lupakan...begitu juga adik beradik yang lain...sederhana, itu yang kami amalkan sejak dulu...begitu juga ipar duai kami...
kini arwah bapa sudah tiada...baru tiga bulan beliau kembali ke rahmatullah tapi pada saya, bagai sudah bertahun-tahun beliau pergi... sungguh saya sangat-sangat rindukan kehadiran beliau...dia adalah sumber inspirasi saya, kekuatan saya malah jiwa saya...bapa adalah segala-galanya apatah lagi saya adalah anak yang paling rapat dengannya...saya redha dengan pemergian beliau tapi sebagai manusia biasa, kadangkala saya tidak mampu menahan emosi sendiri setiap kali mengenang beliau kerana diri saya adalah hasil didikan dia, seorang lelaki yang miskin harta tapi kaya dengan kasih sayang...
semoga roh beliau dicucuri rahmat sentiasa... dan buat mereka yang masih punya bapa, hargailah beliau setingi-tingginya...mungkin dia bukan bapa yang terbaik di mata kita tapi percayalah, tanpa dia, siapalah kita hari ini...tak guna kita berjaya mengenggam bumbung dunia sekalipun jika ibu bapa sendiri dipandang sepi...hargailah mereka selagi mereka masih ada...insya Allah, biar pun kita hidup umpama ayam yang mengais mencari cacing namun bahagia adalah kekayaan yang kita kecapi sampai bila-bila kerana restu orang tua adalah kunci segala-galanya....
selamat hari bapa buat semua...

Thursday, May 23, 2013

Bermulanya hidup baru...

 
 
 
 
Hmm...sampai juga saya ke laman sendiri bulan ni akhirnya...walau sudah hampir penghujung namun saya bersyukur kerana masih berkesempatan untuk ke sini...bukan apa, kadangkala jalan kehidupan yang penuh dengan pelbagai aktiviti membuatkan saya alpa tentang ruang ini...sekali sekala memang rindu untuk menjenguk tapi apa daya, sekali sekala itu jugalah yang membataskan masa saya untuk selalu ke sini...apatah lagi bila tanggungjawab semakin bertambah bila mana kehidupan baru bermula sudah...
cuti sekolah bakal berlangsung esok dan hari-hari yang seterusnya...ramai juga yang bakal bertukar status selepas ini tak kiralah lelaki atau perempuan... tapi yang pastinya pertukaran itu juga bermakna bahu semakin berat untuk menanggung tanggungjawab yang turut sertabersama...
bagi yang belum bersedia dari awal, memang terasa bebannya...tapi bagi sudah bersedia luar dan dalam, mental dan fizikal atau apa-apa juga sebutannya yang lain, tidak terasa tanggungjawab itu sebagai satu bebanan...malah sedar atau pun tidak, jika dilakukan segala tanggungjawab itu dengan sebaik-baiknya beserta hati yang ikhlas, insya Allah, balasan baik dari Allah Taala sudah tersedia khas buat kita...
kata orang, bila diri menjadi dua, hidup juga semakin rumit...kata orang lagi, kalau hidup seorang diri hanya satu masalah yang timbul di kepala tapi jika sudah berpasangan, ada seribu masalah yang sedia menanti...apatah lagi jika sudah mempunyai 'askar-askar' sendiri...
sungguh ke begitu? pernah juga soalan itu tiba dalam kepala saya suatu masa dahulu...risau, bimbang, takut, segala-gala rasa yang tidak baik memang turut serta...tapi Alhamdulillah...sudah saja bergelar hak seorang lelaki bernama suami, segala rasa itu hilang serta merta... apatah lagi jika kita bergantung dan berdoa sepenuhnya kepada Dia yang Satu...
benar kata orang, alam rumahtangga memang banyak dugaannya... jika bukan kita dan pasangan, ada saja anasir-anasir luar yang menjadi 'nyamuk' yang menganggu suasana kehidupan...jika dibiarkan, pasti membawa penyakit sekaligus maut....tapi semua itu boleh diatasi jika kita kembali pada yang Satu...ya, hanya Dia tempat untuk kita meminta segalanya...jika kita ikhlas menerima dan bersedia menghadapi segalanya dengan tabah, insya Allah bahagia pasti menjadi milik kita... mungkin bukan selamanya tapi tak mustahil boleh mnjadi hak abadi jika kita pandai mengaturnya...
hadapilah segala ujian dan cabaran yang mendatang dengan jiwa yang tenang...tak guna bermuram duka, jauh sekali marah menyinga...tidak menyelesaikan masalah bahkan menambahkan lagi rasa sakit yang kita rasa...kerana itu kita perlu tenang dan redha kerana hanya dengan cara itu segalanya pasti akan berlalu seperti mana yang kita harapkan...bahkan lebih baik dari yang kita sangka andai kita tidak lupa pada yang Esa...
buat mereka yang bakal menempuh alam rumahtangga, selamat datang ke kehidupan baru... semoga bahagia hingga ke akhir hayat... amin... salam sayang untuk semua...

Monday, April 29, 2013

Rindunya...



Lama sudah saya tidak mencatat apa-apa di muka ini... sejak arwah bapa sakit hinggalah beliau meninggal dunia 2 bulan lalu, ini baru kali pertama sya memberanikan diri untuk kembali melarikan jari-jemari di atas keyboard komputer...sekadar untuk melepaskan rasa hati yang begitu rindu pada dunia penulisan...

Sungguh, setiap yang datang, pasti akan pergi... setiap yang wujud pasti akan hilang bila  tiba waktunya... kita manusia juga begitu... pasti kembali dari mana asalnya kita datang...tapi sebagai makhluk yang mempunyai hati dan perasaan, saya tidak dapat lari dari merasa sedih serta pilu atas kehilangan lelaki yang begitu saya sayangi selama ini...mujur saja Allah memberi kesempatan pada saya untuk menjaga beliau sepanjang arwah bapa terlantar di katil...dan sebagai anak, saya amat menghargai pemberian tidak ternilai dariNya itu...
Arwah bapa sememangnya seorang lelaki yang berjiwa kental...tidak pernah merungut mahupun mengungkit atas segala keadaan hidup yang pernah dilaluinya...menjadi bapa yang tegas ketika saya adik beradik masih bergelar kanak-kanak dan bertukar menjadi sahabat apabila kami meningkat remaja...malah sehingga kami dewasa dan telah berumahtangga, arwah bapa sentiasa menjadi sahabat yang paling setia...mendengar dan terus mendengar segala keluhan anak-anaknya ini...
Kerana saya adalah antara anak yang paling rapat dengannya, maka saya benar-benar terasa kehilangannya... sungguh saya rindu pada tutur kata bapa, gelak tawa dan senyumannya...arwah bapa punya raut wajah yang cukup serius namun dialah lelaki yang paling pandai menghiburkan hati kami adik beradik dengan tingkah lucu dan kata-kata lawak spontannya...
Setelah 2 bulan bapa pergi, ternyata saya masih begini...rindu dan terus rindu pada arwah...hingga satu ketika, saya tersedar...arwah tidak pernah meminta kami merintih jauh sekali meratapi pemergiannya...cukup sekadar doa dan bacaan ayat-ayat suci, itu sudah cukup mendekatkan kami dengan arwah yang kini telah berada di alam yang tidak terjangkau dilihat mata...dek kerana ingatan itu, saya bangkit untuk kembali bertarung dalam kehidupan yang sememangnya penuh dengan pelbagai dugaan ini...walau tidak sepenuhnya, namun saya berusaha untuk menjadi lebih kuat dari dulu kerana pesan arwah bapa, 
'Aku tak ada harta untuk aku tinggalkan pada kau orang semua...tapi satu-satunya harta yang kau orang boleh cari sampai ke liang lahad hanyalah ilmu pengetahuan...laluannya sudah aku buka dengan menghantar kau orang ke sekolah...maka carilah ilmu walau laluannya sesukar mana pun...jangan lupa mengikut landasan agama dan Tuhan yang mencipta kita...Insya Allah, kayalah kau orang di dunia dan akhirat nanti...'
Mungkin kedengaran biasa di telinga sesiapa yang mendengar namun pada saya, kata-kata arwah bapa adalah sesuatu yang tidak ternilai kerana ianya lahir dari seorang manusia yang tidak berpelajaran tinggi, jauh sekali berilmu pengetahuan seluas lautan...namun kata-kata itulah yang berjaya menyemarakkan semangat kami adik beradik untuk terus mencapai impian yang mustahil diraih tanpa usaha dan pengetahuan yang berguna...
Buat arwah bapa yang tersayang, sungguh sehingga ke akhir hayat anakmu ini tidak akan pernah melupakan segala jasa dan pengorbananmu...setiap detik waktu yang berlalu, hanya Allah yang mengetahui betapa anakmu ini sangat-sangat menyayangimu...selagi hayat dikandung badan, anakmu ini tidak akan sesekali alpa untuk menghadiahkanmu bacaan ayat-ayat suci walau sesibuk mana pun diri ini menjalani kehidupan...dan mustahil anakmu ini tega untuk tidak ke makammu di lapang waktu walau diri ini bakal dimiliki lelaki lain bergelar suami dalam waktu terdekat ini...
Al-Fatihah buat arwah bapa yang sangat disayangi...semoga rohmu dirahmati Allah hendaknya...amin...



Friday, December 21, 2012

Ini situasinya...


Lama sudah rasanya saya tidak menjengah blog ini... sibuk dengan urusan kehidupan? memang iya tapi lebih kepada sibuk menyelesaikan masalah orang lain yang datang dalam hidup saya... masalah apa? macam-macam ada.. tak tahu yang mana perlu diutamakan tapi yang pastinya, masalah kekeluargaan yang paling banyak perlu saya selesaikan...
saya bukanlah seorang pakar keluarga, malah berkahwin pun belum, tidak juga pakar kaunseling, jauh sekali membuka pusat-pusat kaunseling tetapi menjadi tabiat kebanyakan kawan-kawan rapat meluah segala macam masalah hidup kepada saya yang sedia menadah telinga tak kira masa...
tapi bukan itu yang ingin saya perkatakan... tapi hubungan kekeluargaan yang saya rasa semakin lama semakin longgar dalam sesebuah keluarga tak kiralah kaya atau miskin, di bandar atau kampung... semuanya mempunyai masalah kekeluargaan yang cukup serius...
dari ayah, mak hinggalah ke anak bongsu, ada sahaja masalah yang timbul... jika tidak membabitkan maruah keluarga mungkin boleh dipandang remeh tapi jika sampai anak dan ibu tidak bertegur sapa, ayah menuduh anak derhaka, kakak menyimpan dendam pada adik, tidakkah itu dirasakan sebagai masalah yang serius? sampai bila semua ini harus dilalui oleh sesebuah keluarga yang sedia retak dari awal perkahwinan? satu masalah yang cukup besar bagi sesiapa yang tidak punya pegangan agama yang kukuh...
saya tidak bermaksud untuk mengatakan ibu bapa di zaman ini tidak pandai mendidik anak-anak tapi dari kaca mata saya yang sedia berkaca mata ini, sememangnya ibubapa memegang separuh dari seratus peratus kesalahan yang berlaku dalam rumahtangga... walau ada ibubapa yang sudah memberi didikan yang sempurna pada anak-anak tapi sedarkah kita bahawa menjadi tanggungjawab kita juga untuk mendidik anak-anak melalaui tingkah kita sendiri? jika tidak, tidak wujudlah pepatah bapa borek anak rintik, bapa kencing berdiri anak kencing berlari, mana tumpahnya kuah kalau tidak ke nasi, bagaimana acuan begitulah kuihnya dan banyak lagi untuk disebut...
kenapa ibubapa yang harus disalahkan? kerana ibubapa adalah orang pertama yang menjadi idola anak-anak ketika mereka kecil... ibubapa juga yang menunjuk jalan hidup kepada anak-anak... malah ada juga di zaman ini ibubapa yang memilih calon untuk dijadikan menantu dalam keluarga mereka... kerana itu apabila anak-anak melakukan kesalahan, ibubapalah yang dipersalahkan terlebih dahulu kerana mereka adalah orang-orang yang bertanggungjawab atas setiap perbuatan yang dilakukan oleh anak-anak mereka...
mungkin ramai yang tidak setuju dengan kenyataan saya ini... saya sendiri juga begitu tapi itulah yang terhasil dari kajian yang dilakukan oleh beberapa pihak... 
lihat saja cara didikan ibubapa kita di zaman dulu... jauh berbeza dengan kita yang serba moden ini... benar kehidupan mereka juga jauh berlainan dari kehidupan kita sekarang tapi tidakkah kita boleh menjadikan kehidupan mereka sebagai salah satu contoh dalam membentuk keluarga sendiri? tanya saja pada kenalan-kenalan yang berusia 30 tahun dan ke atas... pasti majoritinya akan memilih ibubapa sendiri sebagai idola... tetapi bagaimana pula dengan anak-anak sekarang? kenapa semua tu boleh terjadi, hanya kita yang tahu jawapannya jika kita pandai mencari...
bukan niat saya untuk mengatakan ibubapa zaman kini tidak pandai mendidik anak-anak tapi seboleh mungkin, luangkanlah sedikit masa pada anak-anak...bukan saja untuk memenuhi keperluan fizikal dan mental tapi juga jiwa mereka yang masih mentah dalam mengenal kehidupan... selami kemahuan dan kehendak hati anak-anak agar mereka tidak tersesat jalan di depan hari... memang bukan mudah menjadi ibubapa di zaman serba canggih ini tetapi kita perlu sedar, kasih sayang adalah segalanya dalam kehidupan...gunakan peluang yang ada untuk menjadi kawan, teman, sahabat pada anak-anak sendiri... Insya-Allah, tiada ruginya jika kita berhubungan baik dengan anak-anak apatah lagi anak-anak itulah yang bakal menyedekahkan doa pada kita bila tiba masanya untuk kita tinggalkan dunia ini nanti... itu pun jika kita tidak lupa untuk mendidik mereka dengan didikan agama yang sepatutnya...salam sayang untuk semua...

Wednesday, December 19, 2012

Inilah kehidupan...


Seringkali kita mengeluh, kenapa kita ditimpa pelbagai dugaan yang dirasakan berat? kenapa kita tidak pernah rasa bahagia sebagaimana orang lain dan macam-macam lagi persoalan yang mempertikaikan peraturan Allah yang terluah dari mulut kita... hakikatnya kita jarang-jarang sedar malah ada yang tidak sedar, Allah lebih sayang diri kita dari kita menyayangi diri kita sendiri... kenapa? kerana kita tidak bersyukur dengan apa yang Dia berikan pada kita... itu sahaja...
memang sifat manusia tidak pernah puas dengan apa yang dia ada... manusia juga tidak pernah sabar-sabar dalam cubaan mendapatkan sesuatu... hingga sebagai manusia kita terlupa... kita banyak kelemahan yang jarang-jarang kita pandang walau sesaat cuma...
benar kehidupan kaya dengan pelbagai dugaan tapi kita jangan lupa... Allah lebih kaya dengan kasih sayang... Dia yang menciptakan kita tapi kenapa kepada Dia saja yang kita pinta sesuatu yang kita inginkan? Andai Dia tidak memberi apa yang kita mahu, itu tidak bermakna Allah tidak sayang pada kita... tapi itu tandanya Dia lebih tahu apa yang kita perlukan dan apa yang terbaik untuk kita...
mengeluh, mengeluh dan mengeluh... itu tidak membantu apa-apa... usaha dan terus usaha tanpa sebarang doa mahupun petunjuk dari Dia yang Satu samalah seperti kita mencari jalan keluar tanpa mahu bertanya pada sesiapa yang lebih arif... tapi itulah manusia... setiap kali dilanda masalah, kita menyalahkan Dia tanpa mahu melihat di mana kesilapan kita hingga boleh berlakunya semua itu...
seorang kawan saya pernah mengalami suatu keadaan yang cukup kritikal dalam hidupnya... dia tidak punya apa-apa... tiada kerja, tiada duit simpanan walau hanya sesen, makan pakai hanya berharap pada belas ehsan orang... dalam masa yang sama dia juga menghadapi masalah keluarga dan kewangan yang sangat-sangat kritikal... malah namanya juga disenarai hitamkan oleh bank... dia menangis kerana tidak tahu apa yang harus dia lakukan pada waktu itu... ingin kerja, keadaan kesihatan tidak mengizinkan... ingin meminjam, siapa lagi yang sudi memberikannya pinjaman jika keadaannya begitu... lalu nasihat saya padanya, cuba-cubalah memohon pada Allah... minta petunjuk dariNya dan sebelum itu, lakukanlah solat sunat taubat sebanyak-banyaknya dengan sepenuh hati supaya dosa-dosa kita menjadi ringan...lakukan amalan zikir sebanyak yang termampu setiap hari supaya hati yang gelisah sentiasa tenang menghadapi segala dugaan hidup... jangan juga lupa untuk meminta Allah tunjuk di mana kesalahan yang telah kita lakukan yang mana kita sendiri tidak sedar mahupun sedar supaya mudah kita perbetulkan semuanya sedikit demi sedikit...
Alhamdulillah, sebulan dia mengamalkan segala nasihat saya, hidupnya mula berubah... paling ketara, segala hutang yang ditanggungnya selama ini dapat diselesaikan dengan begitu mudah...satu keajaiban yang pada saya tidak dapat kita perolehi dari mana-mana doktor mahupun pakar perubatan melainkan dari Dia yang sentiasa mendengar dan melihat apa yang kita lakukan...
Sungguh kuasa Allah tiada tandingan tapi manusia jarang-jarang mengakuinya... sebagai orang Islam khususnya, kita jarang-jarang menggunakan kekuatan yang kita ada untuk memajukan diri kita... apa kekuatannya? tak lain tak bukan dari berdoa... jangan sekadar berdoa memohon kekayaan, kesenangan hidup tapi mohonlah juga setiap kesalahan dan kesilapan yang kita lakukan diperbetulkan Dia kerana kita harus sedar, dugaan tidak akan putus-putus mendatangi kita selagi kita berada di muka bumi ini... ini adalah ketetapan Allah dan inilah kehidupan sebenarnya....

Saturday, November 17, 2012

Jom bercuti....

Sekian lama tidak bercuti, akhirnya tercapai juga impian saya untuk melihat-lihat tempat orang… walau hanya untuk sehari, cukuplah bagi seseorang seperti saya yang jarang-jarang punya masa untuk membawa badan ke mana-mana tempat selain dari tempat-tempat yang sepatutnya saya berada saban hari…
Nama saja anak Kedah dan tempat tinggal keluarga saya pun terletak tidak jauh, tapi jujurnya inilah kali pertama saya menjejakkan kaki ke Pulau Langkawi… tidak ada apa-apa aral yang selalu melintang bahkan saya seringkali diajak bercuti ke pulau lagenda ini tapi aral terbesar yang perlu saya tempuhi saban hari hanyalah masa yang benar-benar terluang… namun mungkin ini namanya rezeki, sesibuk mana pun diri dapat juga akhirnya saya ke sana walau hanya untuk beberapa jam… sekadar bersiar-siar bersama-sama adik-beradik yang tidak ketinggalan mahu mengikut… inilah untungnya jika punya adik-beradik ramai… seorang tidak dapat membantu, pasti yang lain tidak keberatan…
Bahagia rasanya bila dapat bercuti walau hanya seketika… cukup dengan bersiar-siar, melihat gelagat orang ramai yang berpusu-pusu memenuhi feri-feri di jeti, menatap pemandangan sekeliling yang indah serta menikmati makanan yang boleh dikatakan sedap-sedap belaka, hati dan kepala yang penuh dengan tekanan pasti akan lega dengan sendirinya… tapi pastikan segala urusan yang ingin kita lakukan telah selesai semuanya… jika tidak, janganlah sesekali berangan-angan yang anda akan berasa bahagia sepanjang percutian… silap langkah, derita pula yang menunggu di hujung percutian…
Benar kata orang, Pulau Langkawi pulau yang unik… pelbagai benda ada di sini… hanya perlu sedia tubuh yang sihat untuk menjelajah dan jumlah wang yang mencukupi untuk membeli-belah, segalanya pasti boleh dimiliki… mujur juga saya bukanlah seorang yang suka membeli-belah, bergambar pun jarang-jarang saya lakukan, jika tidak pasti saya pulang dengan keadaan kocek yang kosong…
Berusaha sedaya mungkin untuk tidak membazir, namun melihat pelbagai jenama coklat yang murah-murah, tergadai jua wang saya di kedai-kedai yang menjual coklat… apalagi bila melihat bungkusan coklat dibalut dengan cantik dan kemas… cukup sesuai dijadikan hadiah buat kawan-kawan serta jiran tetangga apatah lagi di musim majlis perkahwinan banyak berlangsung ini…
Banyak lagi tempat yang ingin saya lawati sepanjang di Pulau Langkawi namun apa daya… dalam keadaan tubuh tidak sihat dan timbunan kerja yang jarang-jarang dapat dilangsaikan dalam masa yang singkat, saya terpaksa akur bersiar-siar di sana semampu mana tubuh dibawa… memang sedikit terkilan kerana tidak mampu berlama-lama di pulau hak milik negeri sendiri namun kesihatan diri juga harus saya utamakan dari segala perkara lain waktu ini… memang tidak seteruk mana namun tetap juga mengundang rasa tidak selesa pada saya yang jarang-jarang dihinggap penyakit waima demam mahupun selesema…
Apapun, buat mereka yang mahu bercuti, pergilah melancong selagi punya peluang… pasti kewangan menjadi masalah utama bagi sesetengah orang tapi keadaan itu tidak boleh dijadikan alasan buat kita jika kena pada tempatnya… tidak perlu bermalam di hotel, tidak juga perlu memandu jauh-jauh, cukuplah jika membawa keluarga berkelah di tepi pantai, air terjun atau sesekali bermandi-manda di kolam air panas terdekat, itu sudah cukup menggembirakan hati orang-orang yang kita sayang… percayalah, bukan tempat yang menentukan kebahagiaan kita sekeluarga tapi hubungan yang erat dan kasih sayang antara kita yang memeriahkan kehidupan kita sekeluarga selama ini… jika masih tidak mampu, ajaklah keluarga kita untuk membuat pelbagai aktiviti di rumah bersama-sama… mengemas rumah, menyapu laman, memasak, semua itu boleh juga mengeratkan hubungan sesama kita jika kena caranya… selamat bercuti bagi yang mereka yang bercuti!!!

Wednesday, November 14, 2012

Azam Baru...


Hari berganjak ke bulan lalu bertukar tahun…hmm… tahu-tahu kita sudah berada di tahun baru Islam hari nikan? Cepat betul masa berlalu…tak tahulah masa yang cepat berlalu atau kita yang tidak sedar dengan kedatangan masa yang tak pernah menunggu…
Berkata tentang tahun baru, tak lengkap rasanya jika tak bercerita tentang azam baru… setiap tahun, tak kiralah tahun baru Islam atau tahun baru yang lain darinya, pasti ada azam yang kita tanam dalam hati untuk kita laksanakan sepanjang tahun… saya juga begitu… seringkali menanam azam untuk menjadi lebih baik dari tahun ke tahun…
Tapi azam sebegitu hanya dibuat waktu saya kecil-kecil dulu… sekarang bila sudah dewasa saya memahami bahawa azam itu tak seharusnya dilakukan hanya pada awal tahun baru tapi juga pada setiap masa dalam apa jua perkara yang kita lakukan…tak kiralah perkara itu penting atau tidak untuk kita tapi kita harus berazam untuk lakukannya dengan terbaik agar kita boleh berbangga dengan hasil yang kita perolehi…
Berazam saja tidak cukup jika mahu menempa kejayaan… azam perlu diiringi dengan semangat, dengan keyakinan dan yang paling penting, doa dari Dia yang pastinya tidak akan sesekali mengecewakan kita… kaya atau miskin, susah atau senang, besar atau kecil, semua benda begitu tak boleh kita jadikan penghalang untuk mendapat kejayaan… tak usah difikir tentang perkara-perkara besar, cukup sudah jika menilai tingkah dan kelakuan kita sendiri sama ada sudah berjaya menjadi seorang manusia yang benar-benar manusia di mata Dia yang Maha Pencipta…
Andai akhlak kita indah, tak mustahil kehidupan kita juga indah… jika sebelum ini kita tidak punya sikap mudah memaafkan, apa kata mulai sekarang kita semai sikap ini dalam hati… memang payah malah sukar untuk kita mengubah sesuatu yang telah berakar umbi dalam diri tapi percayalah, segala-galanya lebih indah dalam hidup jika kita tidak punya rasa negatif dalam jiwa… jika marah menguasai hati, lama-kelamaan jika terus dibiar akan berubah menjadi dendam dan tak mustahil rasa dendam akan mengubah kelakuan kita hingga akhirnya tanpa kita sedar, kita bukanlah diri kita lagi…
Marah itu juga tidak elok untuk kesihatan… selain menampakkan wajah semakin tua, marah juga merosakkan hati… marah juga tidak mampu mem buat hidup kita tenang… bahkan marah juga tidak boleh memberi rasa bahagia pada kita…
Jadi apa formulanya untuk jadikan hidup kita lebih indah dari biasa? Belajarlah memaafkan walau perit untuk dilakukan… bukan setakat maaf, semailah sikap-sikap baik lain yang pastinya akan mengubah warna kehidupan kita… percayalah, sama ada kita seorang yang miskin, tak punya wajah cantik, tak punya pendidikan tinggi dan kurang dalam serba serbi tapi jika kita kaya dengan sikap-sikap baik, kitalah manusia yang paling bahagia melalui kehidupan yang indah dunia akhirat nanti… tak percaya? Cubalah… salam tahun baru buat semua…

Sunday, October 21, 2012

Adat atau agama yang penting?

Hah, tak ada pelamin? Tak nak sanding? Biar betul kamu ni… ini antara ayat-ayat yang pastinya akan lahir dari celah mulut orang-orang tua terutamanya ibubapa apabila seseorang yang bakal bergelar raja sehari tidak mahu mengadakan majlis sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat kita… hairan, pelik, aneh… antara rasa yang akan muncul di sanubari setiap ibubapa… tidak meriah, tak ikut adat, tak macam orang lain… itu pula yang akan diperkatakan oleh jiran tetangga dan para tetamu yang hadir di majlis perkahwinan yang mana pengantinnya tidak mahu dipertontonkan kepada para tetamu di atas singgahsana yang digelar pelamin raja sehari… sedangkan tidak sedarkah kita bahawa budaya bersanding itu merupakan hanya satu adat yang dibawa oleh orang beragama Hindu suatu ketika dulu? malah tidak wujud dalam adat orang Islam sama sekali…
Kenapa tiba-tiba saja saya membicarakan tentang perkara ini? kerana inilah perkara yang sering terjadi di kalangan masyarakat kita dari dahulu sehinggalah sekarang… masyarakat Melayu lebih mementingkan adat dari agama Islam itu sendiri… saya tahu, malah yakin, ramai yang tidak setuju dengan kenyataan saya ini namun inilah pandangan saya sendiri… selain membazir, membuang masa, membuang duit juga membuang tenaga… memang raja sehari seharusnya disambut semeriah mungkin bagi meraikan hari bahagia mereka tapi tidakkah kita juga sedar bahawa kehidupan selepas kahwin lebih penting dari menghabiskan masa, duit dan tenaga hanya pada satu hari yang dianggap paling bahagia dalam kehidupan seseorang manusia?
Tanyalah pada setiap orang, apakah hari yang membahagiakan mereka? jawapannya pasti berbeza-beza… dan pastinya tidak ramai yang mengatakan hari perkahwinan adalah hari yang paling membahagiakan… ada yang mengatakan kali pertama menatap anak sendiri adalah hari yang paling bahagia… ada juga yang menganggap mengapai impian yang telah lama diimpikan itu sebagai hari yang cukup membahagiakan? Jadi kenapa kita harus khususkan hari perkahwinan merupakan hari yang paling membahagiakan sedangkan untuk bahagia kita boleh lakukannya pada bila-bila masa, di mana saja malah tak mengira harinya sekalipun…
Perkahwinan hanyalah antara salah satu peristiwa bersejarah yang berlaku dalam hidup seseorang manusia…sememangnya hari ini harus disambut dengan penuh kebahagiaan tetapi tidaklah hingga membawa kepada pembaziran tak kiralah masa, duit mahupun tenaga…
Jika diukur dari segi kemampuan, ramai sungguh di antara kita yang tidak mampu untuk mengadakan majlis perkahwinan secara besar-besaran meskipun hari perkahwinan itulah dianggap hari yang membahagiakan… sebabnya begitu banyak… hantaran yang terlalu tinggi, kos menyewa khemah, pelamin, jurumekap dan sebagainya… tidak termasuk lagi dengan pemberian buah tangan kepada tetamu yang pelbagai bentuk dan corak di zaman ini…
Disebabkan kos bagi membahagiakan diri sendiri di hari bersejarah inilah yang menjadikan ramai di antara kita memilih untuk terus bersendirian dari mempunyai pasangan walau keinginan untuk hidup berdua, bertiga dan seterusnya ada di sanubari… mungkin juga para pasangan mampu berkongsi namun bagi mereka yang sememangnya mempunyai kerjaya yang hanya ‘cukup-cukup makan’, bagaimana pula untuk mereka layari kehidupan selepas berkahwin nanti? iya atau tidak, kepala tetap berpusing pening memikirkan hutang yang harus dilangsaikan gara-gara majlis perkahwinan yang mencipta sejarah terindah dalam hidup… bagi yang kurang iman, cara terbaik untuk menutup keinginan naluri semulajadi hanyalah dengan mencari jalan yang terlarang dalam agama… lalu terhasillah anak luar nikah hasil dari hubungan terlarang itu hanya kerana tidak punya kemampuan untuk berumahtangga…
Memang itu bukan alasan utama mengapa ramai antara kita yang masih bergelar bujang tapi itu adalah antara sebabnya… apapun segalanya terpulang pada diri masing-masing… pada saya, cukuplah sekadar melakukan perkara-perkara wajib dalam agama Islam dari melakukan pembaziran mahupun dosa yang pastinya memberi kesan jangka panjang dalam hidup kita… bagi yang berkemampuan, pasti tidak keberatan namun semoleknya, tegakkanlah kewajipan agama dari menurut kehendak adat yang adakalanya menyusahkan kita sendiri… selamat menempuh fasa kehidupan baru buat mereka yang bergelar raja sehari… 

Tuesday, October 09, 2012

Sukarnya menerima kenyataan…

Sedar atau tidak, ramai dikalangan kita yang tidak pernah mahu menerima kenyataan yang berlaku dalam kehidupan masing-masing… kenyataan apa? banyak sekali… usah difikir kenyataan itu hanya berkaitan dengan kejadian yang berlaku dalam hidup kita sahaja tapi bukalah mata hati untuk melihat dengan lebih jelas makna kenyataan itu sendiri…
Kita sukar menerima kenyataan walau hanya untuk perkara-perkara kecil… apalagi untuk perkara-perkara besar… segala musibah yang berlaku dalam hidup sebenarnya hanya ingin mengajar kita untuk menerima sesuatu itu seadanya… itu saja… namun menjadi sikap manusia tidak boleh dan jarang mahu menerimanya dengan sepenuh hati…
Seperti yang seringkali berlaku dalam perhubungan manusia, adakala seseorang tidak dapat menerima kenyataan bakal pasangannya mempunyai rupa paras yang kurang dari apa yang diharapkannya… mulut berkata terima dia seadanya sedangkan hati berbelah bahagi… itu salah satu dari kenyataan yang tidak dapat diterima kita… contoh lain, kita jarang dapat menerima kenyataan hidup kita adakalanya lebih kurang indah berbanding dengan mereka yang berada di sekeliling kita… itu juga namanya tidak dapat menerima kenyataan… kerana apa? jika hati dipenuhi dengan rasa tidak puas dan tidak mengerti makna syukur, maka sampai bila-bila pun kita takkan pernah menerima kenyataan dalam apa jua keadaan pun…
Puas bukan bermakna kita telah berjaya mengubahnya dari bentuk asal kepada bentuk yang kita inginkan tapi puas adalah rasa yang mana kita telah berusaha untuk menyakinkan hati supaya menerima apa yang ada dengan sepenuhnya… tiada rungutan mahupun rasa terkilan tetapi rasa tenteram kerana kita tahu, itulah yang terbaik untuk kita…jika kita menerima dengan seadanya, maka secara langsungnya hati juga akan bersyukur dengan apa yang wujud dalam hidup kita…
Tidak bermakna kita perlu berserah dengan apa yang datang tapi cukuplah jika kita berusaha untuk mengubah sesuatu yang boleh diubah dengan cara yang halal, bukan dengan cara yang tidak seharusnya dilakukan… seperti jika kita ditakdirkan punya paras yang kurang indah di mata manusia lain, hiasilah diri kita dengan tingkah laku dan adab sopan yang dituntut agama… insya Allah pasti ada yang akan tertawan kerana kita harus sedar, bukan semua manusia memandang manusia dengan mata kasar tapi masih ramai yang memandang melalui mata hati…
Memang sukar untuk mengubah diri yang sudah terbiasa dengan prasangka begini tapi berusahalah selagi terdaya… takkan rugi jika kita mengajar diri kita untuk menerima kenyataan hidup yang kita tidak mampu mengubahnya untuk jangka masa yang panjang… menerima dengan seadanya adalah jalan penyelesaian yang terbaik… bukan saja menyenangkan diri sendiri malahan tidak ada juga hati yang terluka dengan ketidakterimaan kita itu… hiduplah dengan seadanya… pasti kebahagiaan juga yang menjadi hak kita selamanya… cubalah… 

Friday, October 05, 2012

Perubahan fasa hidup...


Masa berjalan pantas. Sangat pantas sebenarnya hingga kita yang melaluinya saban waktu langsung tidak menyedari pemergiannya. Tahu-tahu ia telah pergi dan terus pergi… membawa sama satu demi satu fasa kehidupan yang harus kita jejaki sepanjang bernyawa dalam dunia ini…
Majoriti manusia mengatakan bahawa fasa kanak-kanak adalah fasa kehidupan yang paling indah… atas sebab apa? banyak sebabnya… salah satunya, di fasa ini kita baru mengenali dunia… masih bertatih untuk mengetahui apa yang sedang berlaku di sekeliling kita selain mengalaminya dengan cara tersendiri…
Memang indah namun bukan semua manusia bertuah melaluinya dengan penuh bahagia… ada yang lebih dari derita… bukan sekadar di luaran tapi di jiwa dan itulah yang membentuk identiti diri kita apabila melalui fasa-fasa hidup seterusnya…
Bandingkan saja kanak-kanak di negara kita dan mereka yang membesar di negara-negara yang tidak berkemampuan mahupun lebih gah dari kita… sangat-sangat ketara perbezaannya… di Afrika, Somalia, sejak lahir kanak-kanak sudah mengenal erti peritnya kehidupan tanpa makanan, tempat tinggal dan apa jua keperluan asas hidup yang lain… jiwa mereka tabah menghadapi segalanya walau kehidupan begitu menyeksa… masih mampu mengukir senyum dan bergelak tawa walau fizikal tubuh seacuan rangka bernyawa saja layaknya…
Kanak-kanak negara kita pula berkeadaan sebaliknya… walau tidak mewah tapi cukup segalanya… namun nilai-nilai murni yang kita mahu terapkan tidak juga terlekat di jiwa mereka sepenuhnya…lihat saja golongan remaja negara kita… di mana silapnya didikan kita hingga mereka mampu mencetuskan pelbagai keadaan yang sukar berlaku ketika orang tua kita dibesarkan dulu sedangkan semuanya dibesarkan di tanah yang sama?
Benar bukan semua remaja kita rosak akhlaknya tapi sedar atau tidak, hampir separuh darinya kehilangan akhlak sejak di bangku sekolah rendah lagi… tak kiralah apa sekalipun anutan agamanya, bangsanya mahupun adat resamnya… tidak menuduh apatah lagi menuding jari pada sesiapa tapi sedarkah kita anak-anak remaja inilah yang bakal memimpin negara di masa yang akan datang?
Memang persekitaran dan cara didikan yang menjadi coraknya tapi siapa yang membentuk persekitaran dan didikan itu kalau bukan kita yang lahir sebelum mereka? jika bukan sepenuhnya pun, kita yang lebih dewasa patutnya mengajar dan menghalang mereka dari terus dirasuk persekitaran yang tak sepatutnya didiami anak-anak remaja kita ini… tetapi kerana lebih mementingkan kemodenan yang dirasakan membawa kemajuan kepada semua, inilah bahana yang perlu kita tanggung sebagai balasan pada kemajuan yang kita inginkan itu… anak-anak remaja kita hilang nilai-nilai murninya yang sejak di fasa kanak-kanaknya telah goyah… lalu bagaimana kita mahu membentuknya menjadi manusia yang perkasa jiwanya apabila mereka melangkah ke fasa dewasa kemudian harinya?
Jangan salahkan anak remaja kita bila mereka melakukan kesalahan… tiada manusia dalam dunia ini yang mahu hidup dalam kekesalan atas kesalahan yang mereka lakukan seumur hidupnya… anak remaja kita juga begitu… sekali berbuat salah, kita tidak boleh terus menghukum tetapi berilah kesedaran… benar mereka akan kesal dan tetap mengingati kesalahan itu tetapi itu akan menjadi banteng kepada mereka untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama di depan hari…
Bila tiba di fasa dewasa, tiada apa lagi yang mampu kita lakukan kerana inilah fasa terpenting yang harus dilalui semua manusia… kerana apa? kerana di fasa inilah hati manusia telah penuh dengan segala-galanya… impian, keinginan, kejayaan… boleh ditegur namun sukar dibentuk lagi kerana sedari awal jiwanya telah diisi dengan nilai-nilai yang tidak sepatutnya… impaknya, meski dia bukan yang sangat berpengaruh namun aura dirinya tetap juga meresap pada mereka yang lain walau hanya secebis cuma…jadi apa yang patut kita lakukan ketika ini? Hanya lihat dan terus lihat tanpa sebarang usaha dan doa? Hmm…bukan itu jalannya…
Ingatlah, selagi dunia ini tidak hancur, selagi itulah jalan penyelesaian bagi setiap masalah tetap wujud… sebagai manusia, kita memang takkan mampu menyelesaikan masalah sebesar gunung seorang diri namun percayalah… jika kita sentiasa yakin kita di pihak benar dan tidak jemu berusaha memerangi sesuatu yang berada di bukan tempatnya, Insya Allah Dia pasti akan sentiasa ada untuk kita…
Jadi jangan mudah menyalahkan sesiapa jika generasi kita yang seterusnya terus-terusan mempunyai jiwa yang kosong tanpa nilai-nilai kehidupan yang murni... kerana apa? kerana semua kesalahan dan kesilapan mereka sebenarnya berpunca dari kita, manusia yang terlebih dahulu melihat dunia ini sebelum mereka… betulkan diri dan jiwa kita sebelum kita ingin membetulkan generasi yang masih menanti giliran untuk mengambil alih fasa kehidupan… kerana kata pujangga, mustahil pokok kelapa berbuahkan sawit jika benihnya tidak dicampur dengan yang lain dari asalnya… generasi kita adalah hasil dari acuan kita… maka renungkanlah… 

Monday, October 01, 2012

Satu antara dua....


Seringkali berlaku dalam hidup, kita terpaksa memilih antara satu daripada dua atau lebih dari itu… bukan semua tetapi hampir setiap perkara kita perlu memilih… dan pastinya akan terjadi ‘pelepasan’ atau disebut sebagai kos lepas dalam istilah ekonomi apabila pilihan telah dilakukan… memang sukar untuk membuat keputusan yang tepat apatah lagi jika kita mempunyai rasa untuk memiliki kesemua pilihan…
Bagaimana pun, kita perlu sedar… setiap manusia tidak mampu memiliki segala-galanya tanpa membuat sebarang pilihan yang dirasakan tepat pada tempatnya… dari sebesar-besar perkara hinggalah sekecil-kecilnya, setiap kita tetap juga perlu membuat pilihan… waima ingin memakan gula-gula juga kadang-kadang memerlukan kita memilih jenis dan bentuk apatah lagi rasanya… pendek kata kita tidak mampu lari dari membuat sebarang pilihan dalam apa jua perkara yang kita lakukan…
Sesuatu yang perlu kita tahu, dalam memilih pilihan terbaik, kita sesekali tak seharusnya terlupa untuk meminta pertolongan… hmm… pertolongan apa ya? Dan di mana harus kita dapatkan pertolongan itu? Hah… mana lagi tempat untuk kita meminta pertolongan kalau bukan dari Dia yang Satu kerana hanya Dia yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita…
Seringkali kita terlupa pada Dia bila membuat sesuatu keputusan sedangkan Dia tidak pernah terlupa untuk menunggu kita memohon dariNya… kerana itulah seringkali juga kita melakukan kesalahan dalam mengejar impian sendiri… kita lebih rela mengikut gerak hati dan pandangan mata kasar sendiri dari meminta pendapat dariNya… malu? Rasanya tidak tapi lebih kepada malas dan kurang percaya… betul tak? Malas tepat sekali tapi kurang percaya atau lebih tepat, kurang yakin adalah jawapan yang saya jangka paling utama…
Sebagai manusia yang disertakan nafsu dan rasa tidak sabar, kita selalunya lebih suka untuk mendapat sesuatu dalam jangka masa yang cepat namun terbaik sedangkan kita terlupa… untuk mendapat yang terbaik, kita harus menempuh pelbagai onak dan duri terlebih dulu… kerana apa? Kerana hanya dengan cara itu kita akan menghargai apa yang kita ada…
Contohnya soal jodoh… di masa kini manusia lebih gemar memilih jodoh berdasarkan pandangan mata kasar dan rasa hati sendiri… agama? Adab sopan? Itu jatuh ke tangga yang berikutnya… cantik di mata maka cantiklah di hati sedangkan kita terlupa… cantik itu tak semestinya membawa bahagia… malah lebih banyak derita jika tersalah arah… kerana itu Islam amat mementingkan kesederhanaan dalam semua perkara… hanya perlu berlebihan dalam takwa dan iman kepada Allah yang Satu… kerana apa? Sebabnya mudah saja… bila kita bertakwa dan beriman padaNya dengan sepenuh hati, maka kita akan terima apa saja yang datang dalam hidup kita dengan penuh redha… tak kisahlah pasangan kita hitam legam, gemuk, pendek, rumah kita kecil atau anak kita kurang upaya, kita terima segalanya dengan hati tenang lagi tabah… tapi berapa kerat sangat manusia dalam dunia sekarang mampu mencapai tahap takwa sebegini sekali? Sukar didapati bukan…hmm…
Memang manusia diberi akal fikiran untuk membantu membuat pilihan tapi kita juga harus sedar… itu hanyalah sampingan… tempat sebenar untuk kita memohon pertolongan hanyalah dari Dia yang Berkuasa… kerana Dia kita berada di dunia ini… Dia yang menetapkan segalanya dalam hidup kita… kita diberi peluang untuk membuat pilihan kerana Dia mahu menguji kita sama ada kita mengunakan akal anugerahNya dengan cara terbaik atau sebaliknya… andai pilihan kita tepat, bermakna kita telah berjaya menggunakannya dengan cara yang benar… jika salah sekalipun usah risau kerana itu tidak menjamin kita telah melakukan dosa kerana dari kesalahan itu kita akan belajar untuk tidak mengulanginya lagi di masa depan… bukan saja hanya dalam satu perkara bahkan dalam setiap perkara lain juga kita akan berhati-hati melakukannya di lain kali… jika tidak, tidaklah ada pepatah mengatakan bahawa pengalaman adalah guru terbaik buat seseorang dalam mencari kejayaan…
Sebenarnya, apa juga pilihan yang kita lakukan haruslah bersandarkan kepada Dia yang Maha Berkuasa… tak kiralah apapun pilihan yang kita buat, semuanya memberi kesan pada masa depan kita sendiri… jika tepat, itu adalah rezeki kita dan kita harus bersyukur kepadaNya kerana memberi ketepatan pada kita… jika salah sekalipun, kita tetap juga perlu bersyukur kerana itu tandanya Dia amat menyayangi kita… kenapa begitu? Kerana Dia memberi peluang kepada kita untuk memohon buat kedua kalinya pada Dia hanya untuk perkara yang sama… tak mengerti? Mudah saja… contohnya, jika kita telah tersalah dalam memilih pasangan hidup buat kali pertama, maka kita akan memohon buat kali kedua kepadaNya dengan harapan pilihan kali kedua ini adalah yang lebih baik atau yang terbaik untuk diri kita… bermakna Dia menyayangi kita kerana sudi mendengar permohonan kita dua kali berturut-turut hanya untuk satu perkara yang sama… itu hanya satu perkara… bagaimana pula dengan perkara-perkara yang lain? Sudah tentu keadaannya pun sama juga bukan?
Jadi jangan malu, jangan malas dan jangan tidak yakin untuk memohon pertolongan dariNya… buatlah pilihan dengan gerak hati yang ikhlas, akal fikiran yang waras dan mohonlah petunjuk dari Dia… pasti pilihan yang kita lakukan itu tidak akan mengecewakan kita di depan hari… salam sayang buat semua… 

Thursday, September 27, 2012

Allah Maha Berkuasa...

Percaya pada sihir? Ilmu hitam? Atau apa-apa saja yang seumpama dan serupa dengannya? Percaya bukan bermakna kita amalkan tetapi percaya atas kewujudan perkara-perkara begini… bagi sesetengah orang, sukar untuk percaya tapi kebanyakan orang mempercayainya…
Kenapa sihir pula yang saya pilih untuk diletak dalam entri ini? kerana saya yakin perkara berkaitan dengan sihir telah lama wujud dalam kehidupan kita… sama ada sedar atau pun tidak, sihir telah menjadi antara amalan hidup manusia tak kiralah apa bangsanya atau agamanya… tetapi dalam Islam, sihir memang dilarang sama sekali dan mempercayai sihir samalah juga seperti mensyirikkan Allah SWT…
Walau tak dibesarkan di kawasan kampung, saya sendiri mempercayai sihir… hanya mempercayai tetapi tidak pernah mengamalkannya ya… kerana saya tahu, sihir itu sentiasa wujud dan akan terus wujud sehinggalah dunia ini kiamat? Atas sebab apa? kerana sihir itu datangnya dari makhluk Allah yang telah lama dilaknatNya iaitu iblis laknatullah… jadi secara sendirinya sesiapa yang mengamalkan sihir menjadi pengikut kepada makhluk pendendam ini…
Seringkali saya tertanya-tanya, mengapa manusia-manusia yang mengamalkan sihir ini tidak mempercayai Allah? Kenapa mereka memerlukan sihir untuk menjalani kehidupan seharian sedangkan semuanya telah Allah sediakan? Angin, air, kesihatan, anggota tubuh yang lengkap, semuanya diberi Allah secara percuma… kita hanya diperintah untuk menjaga dan menggunakannya pada jalan yang benar dan sesuai… itu sahaja tapi kenapa masih ada manusia yang tidak mampu mengikut jalan yang telah ditetapkan oleh Allah ni?
Sememangnya sihir mampu menjadikan impian kita kenyataan dalam sekelip mata tapi tidakkah kita sedar semua itu hanya sementara? Tiada apa yang kekal dalam dunia ini… bila sampai waktunya, kita tetap akan pergi mengadap Dia yang Satu… tidakkah kita berasa malu untuk mengadap Allah nanti jika kita sendiri memilih untuk mengikut makhlukNya yang terang-terang sudah dilaknatNya sejak sebelum dunia ini wujud lagi? sungguh saya tak mengerti tentang perkara ini…
Bukan mengatakan diri sendiri baik jauh sekali mulia tapi sebagai manusia yang diberi akal fikiran dan otak yang tiada bandingan, mengapa kita masih tidak dapat membezakan perkara yang benar dan salah? Kita bukan sekadar diberi akal dan otak tapi kita juga telah diberikan kitab terulung dalam dunia ini, iaitu Al-Quran… tetapi kenapa kita juga tidak mampu mengikutinya? Kenapa kita harus juga mengikut makhluk laknat nan satu itu? Kenapa?
Hmm… patutkah kita salahkan iblis yang tidak pernah-pernah jemu menghasut kita melakukan dosa walau sebesar hama sedangkan kita sendiri tahu, itulah sumpahnya ketika mengadap Allah dulu… sumpah untuk menghancurkan anak cucu Nabi Adam… jadi kenapa kita yang jauh lebih mulia darinya harus mengikut telunjuknya pula dalam mencari kebahagiaan dalam hidup? Sekali lagi kepala saya pening mencari jawapannya…
Pada saya, sesiapa yang mengamalkan sihir dalam mendapatkan sesuatu itu adalah manusia yang tidak mampu mengawal nafsu dan diri sendiri… kenapa tidak? ya… kerana nafsu itulah yang sentiasa mendorong kita melakukan sesuatu mengikut hati hingga kadangkala akal kita sendiri sudah tidak mampu mengawal diri kita… itu puncanya mengapa kita lebih suka mengikut kata hati dari mengikut akal fikiran waras…
Bagaimana untuk mengawal nafsu? Dalam Al-Quran sudah tercatat jawapannya… hanya kita yang malas mencari… hati kita juga perlu dididik agar tidak menyimpan perasaan-perasaan yang hanya mampu memuncakkan lagi nafsu kita ke arah keburukan… kenapa? Sebab hati adalah segalanya dalam diri kita selain akal fikiran yang begitu berharga… seperti sabda Nabi, jika hitam hati kita, maka hitamlah diri kita… sedangkan Nabi Muhammad sendiri meminta kita menjaga hati sendiri, masakan kita manusia biasa yang tak punya apa-apa ini hendak mengingkarinya pula…
Ajarlah hati supaya tidak mudah menyimpan rasa marah… tidak saja marah, dendam, cemburu, dengki, iri hati dan apa juga perasaan yang sealiran dengannya… semua perasaan itu hanya akan mengajar diri kita menjadi manusia yang tidak tahu mensyukuri apa yang diri kita ada… usah cemburu dengan kejayaan orang lain kerana itu adalah pemberian Allah kepadanya… jika dia mendapat kejayaan dari jalan yang salah, maka jangan pula kita bersorak gembira untuknya tapi berdoalah semoga dia mendapat hidayah untuk kembali ke arah yang benar… jika kita gagal untuk mendapatkan sesuatu, berdoa dan yakinlah bahawa Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik… antara cepat dan lambat, itu urusan Allah… sebagai manusia kita berusahalah untuk mendapatkannya… itu saja… memang bukan mudah untuk mendidik hati supaya mendengar kata tapi kita juga harus ingat… diri kita adalah hak kita maka hanya kita yang berhak tentukannya… bukan nafsu, bukan juga hati, bukan juga orang lain… memang sukar untuk mencapai kebahagiaan dari jalan yang ebnar tapi percayalah, kemanisan atas kejayaan itu akan menjadi kenangan terindah dalam hidup kita nanti…
Maka dengan sendirinya kita tidak perlu mengamalkan sihir untuk mendapat apa yang kita nak… percayalah, Allah itu sangat-sangat berkuasa… sihir memang dapat menunaikan apa yang kita hajati tapi sihir itu jugalah yang akan menjahanamkan hidup kita di depan hari… bukan saja di dunia ini tetapi juga di akhirat kelak… berusaha, berdoa, bertawakal, yakin dan redha dengan segala ketentuan Allah dalam apa jua perkara, pasti sepasti-pastinya, kejayaan mahupun segala impian pasti akan menjadi milik kita juga… tak percaya? Cubalah…

Friday, September 21, 2012

Sesuatu di hatiku…


Pernahkah kau orang terasa di hati tentang sesuatu perkara yang tidak kita ketahui sama ada akan berlaku atau pun tidak? Hmm… itulah yang berlaku di hati saya sejak beberapa hari ini… pelbagai persoalan bermain dalam fikiran… patutkah perkara sebegitu berlaku? Adakah perkara itu akan betul-betul berlaku? Bilakah ianya akan berlaku? Apa yang terjadi sekiranya ia benar-benar berlaku nanti? Semua soalan ini berputar-putar dalam fikiran saya di waktu ini…
Sesuatu akan berlaku… bolehlah kita sebagai manusia meneka sesuatu itu akan berlaku tepat pada masanya? Tentu tidak bukan. Mustahil kita dapat lakukannya apatah lagi jika ianya melibatkan nyawa dan hayat seseorang. Kita hanya mampu mengagak, mengagak dan terus mengagak tapi untuk menunggu hari sebenar berlakunya sesuatu kejadian itu, hati kita pasti akan terasa sesuatu…itulah yang sedang berlaku di hati saya…
Selalunya bila wujudnya perasaan-perasaan yang sukar digambarkan, hanya pada Dia yang saya mohon kepastian… selain memintaNya member ketenangan dari terus gusar memikirkan sesuatu yang bukan berada dalam bidang kuasa kita…
Sesetengah orang yang bertanya atau merujuk kepada orang-orang terdahulu yakni orang-orang yang lebih tua dan berpengalaman… ada juga yang cuba mencarinya dengan cara menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan sesiapa… malah ada juga yang hanya pura-pura tidak merasa apa-apa walau hati sedang berkocak hebat…
Benar segala kejadian sudah ditentukan oleh Allah tetapi sebagai manusia, apatah lagi dari umat Nabi Muhammad kekasih Allah, kita seharusnya sedar… kita punya sesuatu yang begitu ampuh jika kita benar-benar melakukannya iaitu doa… ya, doa adalah senjata yang paling ampuh yang dimiliki oleh kaum muslimin muslimat… apa saja doa yang kita pohon pada Dia yang Satu, pasti Dia mendengar dan menerima… hanya bila masa akan ditunaikan, hanya Dia yang lebih tahu…
Kadangkala kita hanya berdoa tetapi tidak yakin padaNya… kita juga sangat-sangat tidak sabar untuk melihat doa kita ditunaikan sedang kita tidak sedar, kita jarang-jarang mengikut segala suruhanNya… malah lebih banyak terpesong ke jalan laranganNya… namun Allah itu Maha Penyayang… Dia tidak pernah membiarkan hamba-hambaNya berasa tidak disayangi… Dia sentiasa melimpahkan kasih sayangNya pada kita… jika tidak dengan cara menunaikan doa kita, Dia memberinya dengan cara lain yang dirasakan lebih sesuai dan lebih baik untuk kita… hanya kita yang tidak pernah mengambil tahu semua itu…
Jadi buat sesiapa yang punya sesuatu rasa di hatinya kala ini sebagaimana yang saya rasakan, ingatlah… Allah itu sentiasa wujud… minta dan mohonlah pada Dia… Insya Allah segala keresahan dan kegelisahan kita atas sesuatu perkara yang kita jangka bakal wujud pasti akan hilang… malah bila tiba masanya perkara itu berlaku, kita pasti akan redha dengan sepenuh hati… kerana hanya Allah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk diri kita… percayalah… 

Tuesday, September 18, 2012

Jemputan haji kembali semula...

Musim haji tiba lagi… teringat saya waktu arwah tok wan masih ada… setiap kali ada siaran berkenaan haji di tv1, arwah pasti tidak akan lepaskan peluang untuk menonton… tak kisahlah di waktu pagi atau malam, arwah adalah penonton setia program-program begitu… saya dan adik beradik yang merupakan antara cucu kesayangan turut terkena tempias… bukan dipaksa menonton tapi terpaksa mendengar sekaligus menonton memandangkan arwah tok wan tidak suka televisyennya dialih siaran setiap kali arwah menonton… mahu tak mahu kami semua terpaksa duduk mengadap peti televisyen kayunya yang kini hanya tersimpan dalam stor di rumah mak su…
Kata tok wan, seronok sangat bila berada di kota Mekah… banyak perkara aneh dan ajaib yang berlaku di sana tapi semuanya memberi pengajaran yang cukup berguna buat semua… saya yang waktu itu masih lagi berada di bangku sekolah pasti akan bertanya, “betul ka benda macam tu pun boleh jadi kat sana wan?” arwah akan menjawab, “Dalam dunia ni, tak ada apa yang mustahil jika Allah izinkan,” satu jawapan yang pada mulanya langsung saya tak fahami apatah lagi yakin…
Kini sudah hampir 12 tahun arwah tok wan pergi… setiap kali musim haji tiba, saya dan adik beradik terutamanya kakak sulung pasti teringatkan arwah… sungguh dulu saya tak terfikir kata-kata dan cerita tok wan tentang kejadian-kejadian aneh yang berlaku di Mekah adalah benar dan betul-betul wujud hinggalah hati saya terbuka untuk mendalami agama Islam sepenuhnya…
Benar kata tok wan… tiada perkara yang mustahil di dunia ini jika Allah izinkannya berlaku… banyak pengajaran yang kita akan dapat jika kita benar-benar menghayati ajaran Islam…terutamanya apabila musim haji tiba… jangan difikir hanya orang-orang yang dijemput Allah ke rumahnya saja yang akan diberi peluang untuk merasai segala keajaibanNya… malah sepatutnya kita yang masih belum mendapat seru ke sanalah yang harus meneladani segala yang pernah dilihat dan dirasai oleh orang-orang yang telah menjejakkan kaki ke sana… apa pengajarannya? Banyak sekali terutama tentang ibadah yang saban hari kita lakukan… bukan itu saja, setiap gerak tubuh kita tak kiralah di luar mahupun dalam, semuanya dikira sebagai batu aras kepada ibadah-ibadah yang telah, sedang dan bakal kita lakukan… jangan kita fikir solat, puasa, zakat dan lain-lain ibadah sunat lain telah sempurna kita lakukan maka kita tidak akan lagi menghadapi pengajaran ketika berada di rumah Allah… kerana setiap gerak tubuh kita itulah yang menentukan sama ada segala ibadah yang kita lakukan itu akan diterima Allah atau sebaliknya… mustahil? Tapi itulah hakikatnya…
Sewaktu kecil dulu, saya benar-benar tidak mengerti mengapa orang Islam seringkali berlumba-lumba ingin ke Tanah Suci… melihatnya dari kaca televisyen, cuacanya saja sudah membuatkan saya berfikir beribu-ribu kali mahu menjejakkan kaki ke sana… panas, sesak, cara pakaian orang-orangnya… semua itu bagai satu kesukaran bagi saya untuk menempuhnya satu masa akan datang…
Tapi semakin dewasa, semakin dalam pula hati saya ingin tahu tentang ibadah haji sepenuhnya… hinggalah saya mengerti, di situlah Islam bermula… di situ jugalah terletaknya sejarah Islam yang sebenar dan yang paling terbayang hati, di situlah terletaknya makam nabi junjungan kita, Nabi Muhammad SAW…
Sungguh, saya rindu untuk mendapat panggilan ke sana… usia muda bukan penghalang… hanya bimbang ilmu di dada belum cukup untuk menghadapi segala ibadah di sana… sayang rasanya jika dapat ke sana namun masih terkial-kial untuk melakukan ibadah haji dengan sempurna… mungkin kerana itu jugalah saya masih belum mendapat seruan untuk ke rumah Allah… namun harapan saya, moga-moga dapatlah saya menjejakkan kaki ke sana walau sekali sebelum saya tinggalkan dunia ini bila tiba masanya…
Bimbang jika diberi pengajaran di sana? Rasanya tidak juga kerana itulah yang saya harapkan berlaku pada saya nanti… atas sebab apa? mudah saja… kerana berlakunya perkara-perkara aneh sebegitulah yang akan menyedarkan kita atas segala kesalahan dan dosa yang kita lakukan tanpa sedar… melalui kejadian begitulah akan menginsafkan kita sepenuhnya sekaligus mengubah tingkah kita… hasilnya? Ibadah kita akan semakin sempurna dan pastinya iman kita juga semakin bertambah di dada… jadi usah takut jika berlakunya sesuatu perkara aneh sepanjang berada di rumah Allah… itu tandanya Dia sayang pada kita… kerana itu Dia memberi petunjukNya seawal kita masih bernyawa di dunia ini lagi… jangan kita fikir orang yang sampai ke rumah Allah dan pulang tanpa sebarang pengajaran itu telah diterima ibadahnya… semua itu bergantung kepada tahap ketakwaan kita terhadapNya… jadi berusahalah bukan saja untuk pertingkatkan amalan ibadah kita tetapi juga pertingkatkanlah iman kita terhadapNya… mudah sebenarnya untuk melakukan ibadah tapi untuk melakukannya dengan hati yang khusyuk dan ikhlas, amatlah sukar… tak percaya? Jangan tanya hati tapi selidiklah sama ada ibadah yang kita lakukan saban hari itu memenuhi kehendak Islam sepenuhnya atau tidak… maka dari situ barulah kita tahu ibadah kita sempurna atau tidak… biar sedikit asal berkualiti… selamat menunaikan ibadah haji bagi mereka yang bakal berangkat ke tanah suci… moga-moga haji anda diterima Allah sepenuhnya… amin…

Wednesday, September 12, 2012

Waktu terluangku....

Dah lama rasanya saya tak mencoret di sini… malas? Buang masa? Letih? Hmm… semua tu adalah alasan saya tapi tak sepenuhnya ya… bukan malas tapi kurang kerajinan untuk menekan-nekan segala butang yang ada di komputer riba… masa pula banyak dihabiskan dengan membaca dan membaca dan juga membaca… tentang apa? Tak lain tak bukan novel-novel terbaru yang baru diterbitkan oleh Grup buku Karangkraf… banyak novel-novel terbarunya yang menarik perhatian saya untuk terus membaca tanpa rasa mahu meninggalkannya walau sekejap…
Tapi itu tak bermakna saya tidak menoleh pada novel-novel keluaran syarikat lain… malah boleh dikatakan ‘galeri buku’ milik peribadi saya lebih banyak berpihak pada novel-novel dari syarikat-syarikat penerbitan yang lain seperti PTS, Karya Seni dan lain-lain yang rasanya terlalu panjang untuk saya paparkan di sini…
Sebenarnya, untuk menjadi seorang yang berilmu, bukan syarikat penerbitan yang gah atau penulis hebat yang perlu dikejar tapi hasil karya yang dihasilkan… tak kiralah sama ada sesebuah syarikat itu terkenal di seantero dunia atau penulis itu merupakan pengarang sanjungan ramai, kesan dari hasil karya terhadap masyarakat itulah yang terpenting dan patut diutamakan… apa saja hasil tulisan tak kiralah untuk cabang ilmu apapun, semuanya akan memberi impak terhadap pembaca-pembaca… sama ada impak itu bersifat positif atau sebaliknya, itulah yang sebenarnya yang perlu dinilai… jika tidak, mana mungkin nabi junjungan kita Rasulullah SAW sangat-sangat mengalakkan umat manusia menggali pengetahuan sebanyak mungkin… namun ilmu yang dicari haruslah yang memberi manfaat dan impak yang baik kepada pembaca… kerana dengan ilmu itulah seseorang individu, masyarakat mahupun negara mampu berubah dari segenap segi…
Hmmm.. bunyinya sama saja seperti orang lain katakan bukan tapi itulah kenyataannya… kerana itu ibubapa atau sesiapa pun yang ingin bahan bacaan buat anak-anak, pilihlah bahan bacaan yang bermutu kerana bahan itulah yang akan mencorakkan tingkah lakunya di depan hari… walau tidak sebanyak mana tapi impaknya tetap kelihatan…
Saya pernah mengajar di sebuah tadika Islam di mana ada seorang kanak-kanak berusia 5 tahun yang disogokkan dengan buku-buku yang berkisarkan tentang mahkluk asing dan peperangan… hasilnya, boleh dikatakan saban hari kanak-kanak ini membuli serta bertumbukan dengan rakan-rakannya yang lain hanya kerana menyangka dia adalah wira dunia yang perlu menyelamatkan dunia… kasihan saya melihatnya… hanya di usia 5 tahun fikiran dan sikapnya telah dibentuk sebegitu rupa… puas juga saya memujuknya untuk kembali bertenang setiap kali dia ‘bertukar’ watak… yang menjadi mangsa tentulah rakan-rakan sebaya yang tidak tahu apa-apa…pernah juga saya nasihatkan kedua orang tuanya agar mengubah bahan bacaan tapi bagai menuang air ke daun keladi… usahkan lekat, tinggal bekas tidak juga… anaknya nan seorang itu pula sudah tentulah tak seperti nasi yang telah menjadi bubur… tak mampu diubah sikapnya lagi walau usia baru semuda itu…
Jadi nasihat saya, jangan jadikan kedudukan sesebuah syarikat penerbitan atau kemasyhuran seseorang penulis sebagai tiket untuk kita membaca sesebuah bahan… seelok-eloknya, jika kita sedar bahan itu tidak sesuai untuk dijadikan bacaan, usah kita cuba-cuba menghampirinya…kelak yang menyesal adalah kita sendiri… carilah bahan yang bermutu agar ilmu yang kita dapati juga adalah bermutu… saya sendiri sehingga kini masih juga cuba-cuba mengelakkan diri dari memenuhkan minda dan dada dengan bahan-bahan yang tidak berfaedah… pada kanak-kanak yang baru bertatih melihat dunia, sudah tentu boleh dimaafkan… bagaimana pula dengan kita yang hampir suku atau separuh abad ini? tepuk dada tanyalah diri sendiri… selamat membaca…

 

Designed by Tempah Blog Template By productivedreams © 2012