Showing posts with label DUNIA ISLAM : DOA DAN WIRID. Show all posts
Showing posts with label DUNIA ISLAM : DOA DAN WIRID. Show all posts

Monday, December 10, 2012

Kunci rezeki adalah Istighfar


Rasulullah s.a.w telah bersabda yang maksudnya:”Demi Allah, kalau kamu tidak berdosa, Allah akan menjadikan satu umat lain yang melakukan dosa, lantas mereka beristighfar kepada Allah lalu diampuni dosa mereka.” (Riwayat Muslim)

Sudah menjadi lumrah bahawa manusia itu tidak boleh lepas daripada kesalahan dan dosa. Hal ini disebabkan adanya sifat lupa, lalai, mengikut hawa nafsu, godaan syaitan dan sebagainya. Sesungguhnya dosa sebenarnya bukanlah perkara yang pelik dan mengaibkan tetapi yang aibnya ialah apabila seseorang itu kekal dalam dosa tanpa rasa ingin kembali bertaubat serta memohon ampun daripada Allah SWT. Oleh itu beristighfar amatlah dituntut dalam Islam kerana ia boleh menghapuskan dosa perbuatan yang dilakukan. Tetapi sayang, kita sukar sekali mengamalkan istighfar ini padahal ia sungguh ringkas dan mudah sehingga akhirnya bertambah-tambahlah dosa yang dilakukan dari sehari ke sehari lantaran kelalaian dan tabiat suka bertangguh. Istighfar juga bukan setakat jalan untuk memohon ampun daripada Allah S.W.T tetapi ia juga sebagai suatu sinar cahaya yang menerangi wajah seseorang.

Diantara sebab pentingnya istighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menutupi (kesalahan) adalah diturunkannya rezeki.

1) Apa yang disebutkan Allah Subhana wa Ta'ala tentang Nuh alaihis salam yang berkata kepada kaumnya.

"Artinya : Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu', sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (Nuh : 10-12)

Ayat-ayat di atas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut ini dengan istighfar:

1. Ampunan Allah terhadap dosa-dosanya. Berdasarkan firman-Nya : "Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun".
2. Diturunkannya hujan yang lebat oleh Allah. Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata "midraaraa" adalah (hujan) yang turun dengan deras.
3. Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak. Dalam menafsirkan ayat "wayumdid kum biamwalin wabanina" Atha' berkata : "Niscaya Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak kalian".
4. Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun.
5. Allah akan menjadikan untuknya sungai-sungai.

Imam Al-Qurthubi berkata: "Dalam ayat ini, juga yang disebutkan dalam surat Hud : 3 ('Artinya : Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya') adalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan hujan".

Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata : "Maknanya, jika kalian bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa mentaatiNya, niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian, menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan untuk kalian, membanyakkan harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai diantara kebun-kebun itu (untuk kalian)". Demikianlah, dan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu juga berpegang dengan apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini ketika beliau memohon hujan dari Allah Ta'ala.

Mutharif meriwayatkan dari Asy-Sya'bi : "Bahwasanya Umar Radhiyallahu 'anhu keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak. Dan beliau tidak lebih dari mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu beliau pulang. Maka seseorang bertanya kepadanya, 'Aku tidak mendengar Anda memohon hujan'. Maka ia menjawab, 'Aku memohon diturunkannya hujan dengan majadih'

Imam Al-Hasan Al-Bashri juga menganjurkan istighfar (memohon ampun) kepada setiap orang yang mengadukan kepadanya tentang kegersangan, kefakiran, sedikitnya keturunan dan kekeringan kebun-kebun. Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata : "Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Yang lain lagi berkata kepadanya, 'Do'akanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!, maka beliau mengatakan kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula) kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!".

Dan kami menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal yang sama. Dalam riwayat lain disebutkan : "Maka Ar-Rabi' bin Shabih berkata kepadanya, 'Banyak orang yang mengadukan macam-macam (perkara) dan Anda memerintahkan mereka semua untuk ber-istighfar'. Maka Al-Hasan Al-Bashri menjawab, 'Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh.

"Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (Nuh 10-12).

Allahu Akbar! Betapa agung, besar dan banyak buah dari istighfar ! Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai ber-istighfar. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya, di dunia maupun di akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Amin, wahai Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus mahluk-Nya.

2. Ayat lain adalah firman Allah yang menceritakan tentang seruan Hud Alaihis Shalatu was sallam kepada kaumnya agar ber-istighfar.

"Artinya : Dan (Hud berkata), Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa". (Hud : 52)

Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia di atas menyatakan "Kemudian Hud Alaihis salam memerintahkan kaumnya untuk ber-istighfar yang dengannya dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan, kemudian memerintahkan mereka bertaubat untuk masa yang akan mereka hadapi. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini, niscaya Allah akan memudahkan rizkinya, melancarkan urusannya dan menjaga keadaannya. Karena itu Allah berfirman. "Artinya : Niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu".

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki sifat taubat dan istighfar, dan mudahkanlah rizki-rizki kami, lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadaan-keadaan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengabulkan do'a. Amin, wahai Dzat Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan.

3. Ayat lain adalah firman Allah.

"Artinya : Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat". (Hud : 3)

Pada ayat yang mulia di atas, terdapat janji-janji dari Allah Yang Mahakuasa dan Maha Menentukan berupa kenikmatan yang baik kepada orang yang ber-istighfar dan bertaubat. Dan maksud dari firmanNya. "Artinya : Niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu". Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'anhuma adalah. 'Ia akan menganugrahi rizki dan kelapangan kepada kalian'.

Sedangkan Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan : "Inilah buah istighfar dan taubat. Yakni Allah akan memberikan kenikmatan kepada kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan kemakmuran hidup serta Ia tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukanNya terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian".

Dan janji Tuhan Yang Mahamulia itu diutarakan dalam bentuk pemberian balasan sesuai dengan syaratnya. Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi berkata : "Ayat yang mulia tersebut menunjukkan bahwa ber-istighfar dan bertaubat kepada Allah dari dosa-dosa adalah sebab sehingga Allah menganugrahkan kenikmatan yang baik kepada orang yang melakukannya sampai pada waktu yang ditentukan. Allah memberikan balasan (yang baik) atas istighfar dan taubat itu dengan balasan berdasarkan syarat yang ditetapkan".

4. Dalil lain bahwa istighfar dan taubat adalah diantara kunci-kunci rizki yaitu hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'anhuma ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka "

"Dalam hadits yang mulia ini, Nabi yang jujur dan terpercaya, yang berbicara berdasarkan wahyu, Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang yang memperbanyak istighfar. Salah satunya yaitu, bahwa Allah Yang Maha Memberi rizki, Yang Memiliki kekuatan akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak diharapkan serta tidak pernah terdetik dalam hatinya. Karena itu, kepada orang yang mengharapkan rizki hendaklah dia bersegera untuk memperbanyak istighfar (memohon ampun), baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Dan hendaknya setiap muslim waspada! Sekali lagi hendaknya waspada! dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. Sebab ia adalah pekerjaan para pendusta.

Dari Abu Hurairah r.a katanya, Rasulullah s.a.w bersabda: "Allah Taala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu melebihi kegembiraan seseorang yang menemui kembali barangnya yang hilang." (Riwayat Muslim) 

Katakanlah: "Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." (Az-Zumar: 53)

Orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat kepada Allah lalu memohon ampun akan dosa mereka - dan sememangnya tidak ada yang mengampunkan dosa-dosa melainkan Allah -, dan mereka juga tidak meneruskan perbuatan keji yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya). Orang-orang yang demikian sifatnya, balasannya ialah keampunan dari Tuhan mereka, dan Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya; dan yang demikian itulah sebaik-baik balasan (bagi) orang-orang yang beramal. (Surah: Al-Imran 135-136)

Mendapat hati yang tenang


Sebelum ini, telah disebutkan kepada kita bahawa dengan zikrullah itu hati kita akan tenang dengan perkara-perkara dunia. Ia membawa maksud selagi hati kita dapat terhubung dengan Tuhan, nescaya diri kita tidak dapat dipengaruhi dengan perkara-perkara dunia yang melalaikan serta menyusahkan. Begitulah yang kita diberitahu. Namun, bagaimana boleh dihubungkan kedua-duanya iaitu dengan zikrullah, boleh kita dapat ketenangan dunia? Bagaimana zikrullah itu boleh menenggelamkan rasa bimbang, risau, cemas dan takut kita kepada perkara dunia? Mana tidaknya, sakit, miskin, hilang jawatan, dimaki atau dicerca orang, dan berbagai lagi musibah dunia, bukankah ia menyusahkan? Bukankah itu menggugat hati sehingga datang bimbang, cemas dan takut? Oleh itu marilah kita perhatikan hubungkait antara keduanya agar benar-benar kita faham bagaimana zikrullah boleh menjadi penawar kepada kesusahan dunia.


Di sini, zikrullah itu membawa pengertian mengingati Allah dalam ertikata yang hati itu dapat menghayati sifat-sifat dan peranan Tuhan. Dibawakan contoh, katakan seorang itu miskin. Dia selalu kesempitan wang. Dia nak makan pun susah. Nak belanja-belanja keluarga pun susah. Tapi, oleh kerana hatinya sudah menghayati Tuhan, dia dapat merasakan Tuhan Maha Pemberi Rezeki. Pada Tuhan, dia bertawakal. Dengan bersandarkan pada sifat Tuhan Maha Pemberi Rezeki, dia jadi yakin. Dia jadi orang yang boleh tenang menghadapi kemiskinan. Dia tahu rezeki Tuhan itu luas dan Allah tidak akan mensia-siakan hambaNya. “InsyaAllah, Tuhan ada, Dialah yang Maha memberi rezeki”, kata hati kecilnya. Dia berusaha juga tapi dia tidak bergantung pada usahanya. Bagi dia rezeki Tuhan ada di mana-mana dan sudah ditetapkan bahagian untuk orang sepertinya. 

Contoh lain, seorang itu jatuh sakit. Sakit itu menyusahkan. Boleh jadi tidak tenang dengan sakit apatah lagi makan minum serta tidur selalu terganggu. Malah kerja harian juga terganggu dan di waktu tertentu hendak bersembahyang pun terganggu juga. Namun, seorang yang berzikrullah, dapat merasakan Tuhan yang memberi sakit dan Dialah yang menyembuhkan. Rasa itulah yang memberi penawar kepada kesusahan sakitnya selama ini. Dia jadi tenang atas kerana yakin Tuhan yang memberi sakit dan Tuhan jugalah yang akan menyembuhkan. Sudah pasti keyakinan itu menjadikan dia faham maksud Tuhan memberi sakit kepadanya. Sudah pasti juga dia faham bahawa kalau Tuhan kehendaki, bila-bila masa Tuhan boleh sembuhkan. Tinggal lagi yang menjadi soal bukan tempoh lama atau sekejap masa sakit, atau soal ringan atau berat ujian sakit. Soalnya adalah sejauhmana kuat hubungannya dengan Tuhan sehingga sakit itu boleh menjadi hiburan kepadanya. Sakit bukan sakit lagi tetapi dirasakan sebagai hiburan dari Tuhan kepada hambanya. 

Yang paling besar juga, kesusahan dalam miskin dan sakit itu boleh dihadapi dengan tenang kerana dia sudah merasa dirinya itu dimiliki Tuhan. Inilah sebahagian daripada zikrullah. Rasa dimiliki Tuhan ini membuatkan seseorang itu menyerah hati dan dirinya kepada Tuhan. Dia merasakan Tuhan boleh buat apa sahaja terhadap dirinya kerana dia adalah milik Tuhan. Sebagai hamba Tuhan yang dimiliki Tuhan, terpulanglah kepada Tuhan nak sakitkan, nak miskinkan atau nak susah-susahkan hidupnya di dunia. Berhak bagi Tuhan berbuat begitu. Hatinya boleh berkata, “tidak sekali-kali bagi seorang hamba boleh menolak apa sahaja ketentuan dari Tuhannya.” Berbahagialah orang yang boleh merasakan sedemikian. Di situlah datangnya ketenangan kepada orang seperti itu. Asasnya adalah zikrullah tadi. 

Begitulah kisahnya, jika seseorang sudah dapat menghayati sifat Tuhan. Hatinya akan sentiasa dalam ketenangan bilamana menghadapi perkara-perkara dunia yang melalaikan serta menyusahkan. Hatinya tidak cacat atau terpengaruh dengan dunia tersebut disebabkan kuat rasa-rasa hatinya dengan Tuhan. Banyak lagi contoh yang boleh disebutkan di sini tetapi cukuplah dengan dua contoh di atas untuk panduan kita bersama. Sekian.

(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan "zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia. Orang-orang yang beriman dan beramal soleh, beroleh kebahagiaan yang amat menggembirakan dan tempat kembali yang sebaik-baiknya. (Ar-Rad: 28-29)

Dialah yang menurunkan Sakinah (ketenangan) ke dalam hati orang-orang yang beriman supaya mereka bertambah iman dan yakin berserta dengan iman dan keyakinan mereka yang sedia ada; pada hal Allah menguasai tentera langit dan bumi (untuk menolong mereka) dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana. (Al-Fath: 4)


Keutamaan berzikir kepda Allah SWT


Allah SWT berfirman:
Oleh karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku mengingat kalian. (QS al Baqarah [2]: 152).

Tsabit ibn al-Banant ra. berkata, “Saya tahu kapan Allah SWT mengingat saya.

“Bagaimana Anda mengetahui hal itu?” tanya para muridnya.
“Apabila saya mengingat-Nya, Dia pasti mengingat saya,” jawabnya.

Allah SWT berfirman: 
Berzikirlah kalian (dengan menyebut nama) Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS al-Ahzab [33]: 41).
Apabila kalian telah bertolak dari Arafat, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepada kalian (QS al-Baqarah [2]: 198).
(Yaitu) orang –orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring. (QS Ali-Imran [3]:191).
Apabila kalian telah selesai shalat, ingatlah Allah di saat berdiri, duduk, dan berbaring. (QS an-Nisa [4]:103).

Tentang ayat 103 surah an-Nisa di atas, Ibn ’Abbas ra. berkata, ”Maksudnya adalah pada malam dan siang hari; di daratan dan lautan; dalam perjalanan dan ketika tinggal di rumah; ketika kaya dan dalam keadaan miskin; ketika sakit dan ketika sehat; serta secara tersembunyi dan terang-terangan.”

Rasulullah bersabda, ”Orang yang berzikir kepada Allah ditengah orang –orang yang lalai adalah seperti pohon hijau ditengah pohon-pohon yang kering. Orang yang berzikir kepada Allah ditengah orang-orang yang lalai adalah seperti orang yang berjuang di tengah orang-orang yang lari dari medan perang.”

Rasulullah Saw ditanya,”Amalan apa yang paling utama?”
Beliau menjawab,”Engkau mati sementara lisanmu basah karena zikir kepada Allah ’Azza wa jalla.”

Dalam hadist disebutkan bahwa Allah SWT berfirman,”Apabila hamba-Ku mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam keramaian, Aku mengingatnya dalam keramaian yang lebih baik dari itu. Apabila ia mendekat kepadanya sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Apabila ia berjalan menuju kepada-Ku, Aku berlari kepadanya.” (Maksud ”berlari kepadanya” adalah segera mengabulkan doanya.

Abu Hurairah berkata, ”Penghuni langit memperhatikan rumah-rumah penduduk bumi yang disebutkan nama Allah SWT, sebagaimana mereka memperhatikan bintang-bintang.”

Sufyan ibn Uyaynah ra mengatakan bahwa jika suatu kaum berkumpul untuk berzikir kepada Allah SWT, pasti setan dan dunia lari. Setan berkata kepada dunia,”Tidakkah engkau melihat apa yang mereka perbuat?”

Dunia menjawab, ”Biarkan mereka, karena jika mereka telah bubar aku akan membawa leher mereka kepadamu.”

Abu Hurayrah ra. meriwayatkan bahwa ia masuk pasar. Ia berkata, ”Aku melihat kalian disini sementara warisan Rasulullah Saw dibagikan di dalam masjid.”

Orang –orang lalu pergi ke masjid dan meninggalkan pasar. Akan tetapi, mereka tidak melihat warisan itu. Mereka berkata, ”Wahai Abu Hurayrah, kami tidak melihat warisan dibagikan di dalam masjid.”

Abu Hurayrah balik bertanya, ”Apa yang kalian lihat?”
Mereka menjawab, ”Kami melihat sekelompok orang sedang berzikir kepada Allah Azza wa Jalla dan membaca Alquran.”
Abu Hurayrah berkata, ”Itulah warisan Rasulullah Saw.”

Al-A’masy meriwayatkan hadis dari Abu Shalih dari Abu Hurayrah dan Abu Said al-Khudri dari Nabi Saw., bahwa beliau bersabda, ”Allah ’Azza wa Jalla memiliki para malaikat yang selalu memuji-Nya di bumi. Mereka mencatat amalan manusia. Apabila mereka menemukan suatu kaum sedang berzikir kepada Allah, mereka menyeru, ”Marilah menuju sasaran!”

Para Malaikat pun datang dan mengelilingi mereka. Kemudian mereka kembali ke langit. Allah SWT bertanya,” Apa yang hamba-hambaKu kerjakan ketika kalian meninggalkan mereka?”
Para malaikat menjawab, ”Kami meninggalkan mereka dalam keadaan memuji, memuliakan, dan menyucikan Mu.”
Allah bertanya lagi, ”Apakah mereka melihatKu?”
Para malaikat menjawab,”Tidak.”
Allah bertanya lagi, ”Bagaimana seandainya mereka melihatKu?”
Para malaikat menjawab, ”Seandainya mereka melihatMu, niscaya mereka akan lebih banyak bertasbih dan memuliakanMu.”
Allah bertanya lagi, ”Dari apa mereka memohon perlindungan?”
Para malaikat menjawab, ”Dari api neraka.”
Allah bertanya lagi,”Apakah mereka melihatnya?”
Para malaikat menjawab,”Tidak.”
Allah bertanya lagi, ”Bagaimana seandainya mereka melihatnya?”
Para malaikat menjawab,”Seandainya mereka melihatnya, niscaya mereka lebih takut padanya dan lebih banyak berusaha menghindarinya.”
Allah bertanya lagi, ”Apa yang mereka cari?”
Para malaikat menjawab,”Surga.”
Allah bertanya lagi,”Apakah mereka melihatnya?”
Para malaikat menjawab,”Tidak.”
Allah bertanya lagi,”Bagaimana seandainya mereka melihatnya?”
Para malaikat menjawab, ”Seandainya mereka melihatnya, niscaya mereka lebih besar lagi keinginannya.’
Allah berfirman, ”Aku bersaksi kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni mereka.”

Sumber : Ringkasan Mukasyafah al-Qulub (Imam Al Ghazali)

Wednesday, November 14, 2012

Doa awal dan akhir tahun Hijrah


DOA AKHIR TAHUN HIJRAH
Doa Akhir Tahun dibaca 3 kali pada akhir waktu Asar atau sebelum masuk waktu Maghrib  pada akhir bulan Zulhijjah.
Sesiapa yang membaca doa ini, Syaitan berkata :
“Kesusahan bagiku dan sia-sia lah pekerjaanku menggoda anak Adam pada setahun ini dan Allah binasakan aku satu saat jua. Dengan sebab membaca doa ini, Allah ampunkan dosanya setahun”
DOA AWAL TAHUN
Doa Awal Tahun dibaca 3 kali selepas maghrib pada malam satu Muharram.
Sesiapa yang membaca doa ini, Syaitan berkata :
“Telah amanlah anak Adam ini daripada godaan pada tahun ini kerana Allah telah mewakilkan dua Malaikat memeliharanya daripada fitnah Syaitan”.


Tuesday, November 06, 2012

Ayat-ayat Ruqyah


Definisi Ruqyah

Makna ruqyah secara terminologi adalah al-‘udzah (sebuah perlindungan) yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, seperti panas karena disengat binatang, kesurupan, dan yang lainnya. (Lihat An-Nihayah fi Gharibil Hadits karya Ibnul Atsir rahimahullahu 3/254)

Secara terminologi, ruqyah terkadang disebut pula dengan ‘azimah. Al-Fairuz Abadi berkata: “Yang dimaksud ‘azimah-‘azimah adalah ruqyah-ruqyah. Sedangkan ruqyah yaitu ayat-ayat Al-Qur`an yang dibacakan terhadap orang-orang yang terkena berbagai penyakit dengan mengharap kesembuhan.” (Lihat Al-Qamus Al-Muhith pada materi)

Adapun makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencegah atau mengangkat bala/penyakit. Terkadang doa atau bacaan itu disertai dengan sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang meruqyah atau yang diruqyah. (Lihat transkrip ceramah Asy-Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz Alus-Syaikh yang berjudul Ar-Ruqa wa Ahkamuha oleh Salim Al-Jaza`iri, hal. 4)
Tentunya ruqyah yang paling utama adalah doa dan bacaan yang bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. (Ibid, hal. 5)

Perdengarkan rukyah ini.

Dengar MP3 RUQYAH SYARIAH sehingga tamat menggunakan HEADPHONE dengan volume yang kuat.
Pejamkan mata dan jangan ikut bacaan ayat-ayat ini baik dimulut atau dihati.

Perhatikan setelah selesai :

denyutan jantung makin kencang
badan begegar
ada benda bergerak-gerak bawah kulit
mengantuk/menguap
batuk
gelisah
panas di tengkuk

Jika ada mengalami sebahagian simptom-simptom di atas, kemungkinan besar ada jin yg menghuni tubuh anda. RUQYAH MP3 amat bagus diperdengarkan 3 kali sehari bagi mereka yg mengalami gangguan jin,kerana fadhilat ayat-ayat tersebut amat mustajab bagi mengusir jin-jin jahat/sihir serta memagar diri kita.

Selain itu pesakit kena juga baca banyak-banyak baca dalam hati tak kira masa dan tempat zikir ‘THO HA’ (Surah Taha, ayat 1)

Kesannya selepas baca zikir itu adalah kita akan sendawa… Kira jin-jin dalam badan tu sakit dan kepanasan..Dengan mendengar MP3 ruqyah ini, insyaAllah mampu menyembuh segala penyakit misteri antaranya:-

Fikiran runsing/jiwa gelisah/khayalan
Pembatal Sihir (Saka/Santau)
Pagar Rumah (Pengusir Jin & Syaitan)
Ketenangan Rumah tangga
Anak-anak meragam/menagis tengah malam
Penambat kasih sayang antara anak/ibubapa
Pendarahan berpanjangan bagi wanita (istihadah)
Menguatkan ingatan dan hafalan dalam pembelajaran

Cara Menggunakan MP3 Ruqyah

Bagi kesihatan diri dan keluarga,pasangkan mp3 ini didalam rumah/premis perniagaan 3 kali sehari atau pasangkan dari malam sampai pagi (auto repeat).
Bagi pesakit gangguan jin,dilarang memasangnya di dalam kereta, kesannya akan mengakibatkan kita mengantuk dan mengganggu pemanduan.
Bagi anak-anak yang menangis diwaktu malam,anda perlu pasangkan dengan kuat,insyaAllah jin/syaitan akan lari dari mengganggu anak-anak anda.
Untuk merawat histeria, sihir, saka dan lambat jodoh, sediakan 3 botol besar air mineral,buka penutupnya dan pasangkan mp3 ruqyah ini 3 round sebelah air tadi (kira-kira 1jam 20minit).Air tadi dibuat minum seteguk untuk 3x sehari dan lakukan hari berikutnya sehingga air tadi habis.Tiap-tiap lepas solat perlu baca qursy 3 kali dan al insyirah 3 kali secara istiqomah. Kemudian sebelah malamnya pula, mp3 ruqyah ini hendaklah dipasang dari malam sampai pagi selama sebulan.
Bagi memulihkan rumah/premis perniagaan yang bermasalah,cuma pasangkan 3 kali sehari untuk 3 hari berturut-turut.
Jika kita sering mengalami masalah malas dan badan terasa berat,perdengarkan mp3 ruqyah ini 3 kali sehari,insyaAllah kita akan cergas dan kembali bersemangat.

*BAGI UNTUK MENDAPATKAN KESEMBUHAN YANG MAKSIMUM BILA MENDENGAR MP3 RUQYAH INI,SILA PEJAMKAN MATA DAN DENGAR SEHINGGA TAMAT TANPA MENGIKUT BACAANNYA DIMULUT ATAUPUN DIHATI*

Berikut adalah nama Surah, Juzuk & Ayat-ayat Ruqyah:
1 Al-Fatihah 1 Seluruhnya
2 Al-Baqarah 1 1-5
3 Al-Baqarah 1 102
4 Al-Baqarah 2 163-164
5 Al-Baqarah (Ayatul Kursi) 3 255
6 Al-Baqarah 3 285-286
7 Ali-Imran 3 18-19
8 Al-'Araf 8 54-56
9 Al-'Araf 9 117-122
10 Yunus 11 81-82
11 Toha 16 69
12 Al-Mukminun 18 115-118
13 As-Soffaat 23 1-10
14 Al-Ahqaaf 26 29-32
15 Ar-Rahman 27 33-36
16 Al-Hasyr 28 21-24
17 Al-Jin 29 1-9
18 Al-Ikhlas 30 Seluruhnya
19 Al-Falaq 30 Seluruhnya
20 An-Naas 30 Seluruhnya

Wednesday, September 12, 2012

Doa pengasih

doa pengasih

Doa pengasih ini baik diamalkan supaya mendapat kekasih yang dihajati. Jika suka seseorang itu berusahalah secara baik dan bukan secara paksaan seperti menggunakan minyak pengasih, minyak cenuai dan lain-lain minyak yang dimentarakan dengan menggunakan sihir. 

Jika mengamalkan ayat-ayat suci Allah SWT akan mendapat berkat serta kasih sayang yang tulin. Kasih sayang berpanjangan. Jika menggunakan ilmu pengasih yang menggunakan sihir, selepas masanya, kekasih anda akan sedar dia disihirkan. Jauhkan sihir kerana ia adalah syirik dan dosa besar. Tak bau syurga bila mati.

Banyak ilmu-ilmu pengasih diantara ilmu pengasih yang terbaik ialah Doa  Pengasih Nabi Yusuf. Untuk mengetahuan Doa Pengasih ini amat kuat sekali jika di amalkan selalu selain ianya boleh membuat individu-individu yang berdepan dengan orang yang selalu mengamal doa ini akan rasa kasihan dan amat sayang kepada orang tersebut.

Amalkan dua doa ini yang sebaik-baiknya kepada mereka yang berhajat mendapat kekasih hati supaya dijadikan teman hidup. 




Maksudnya:

"(Ingatlah peristiwa) ketika Nabi Yusuf berkata kepada bapanya: "Wahai ayahku! Sesungguhnya aku mimpi melihat sebelas bintang dan matahari serta bulan; aku melihat mereka tunduk memberi hormat kepadaku". "(Surah Yusuf Ayat 4)

doa pengasih
Maksudnya:

"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan makhluk-makhluk semuanya berpasangan; sama ada dari yang ditumbuhkan oleh bumi, atau dari diri mereka, ataupun dari apa yang mereka tidak mengetahuinya". (Surah Yassin ayat 36)

Cara-caranya:

Setiap kali bertemu atau bersua dengan kekasih atau suami anda, bacalah kedua ayat ini. Untuk mendapatkan kesan yang baik, hendaklah diamalkan selalu membaca dihadapannya. Tidak perlu membaca dengan kuat, memadailah dengan hanya membaca di dalam hati. Dihembus perlahan kearah mukanya. Selain itu, agar dikasihi masyarakat, bacalah kedua2 ayat ini setiap kali lepas solat sebanyak 3 kali. 

Wasallam.

Wednesday, September 05, 2012

Doa dan Keberkatan

Doa adalah senjata orang mukmin. Berikut ada panduan tata cara berdoa iaitu: 

1) angkat tangan ke paras dada 

2) rapatkan kedua-dua belah tapak tangan 

3) apabila urat tangan bertemu ia akan menjadi seperti huruf ba 

Titik ba terletak di hati kita. Kedudukannya rendah dari tangan yg kita tadah. Setiap huruh hijaiah didalam al quran ada malaikat yang menjaganya. Huruf ba dijaga oleh malaikat bernama har hayaail. Malaikat ini akan mengangkat doa kita terus menghadap allah tanpa sebarang perantara. Oleh itu berdoa bersungguh-sungguh dengan penuh pengharapan. 


4) duduklah dalam keadaan sopan seperti duduk iftirasy dan duduk tahiyat akhir. Jika berdiri tegakkan badan betul-betul dan jangan menyandar / bersandar. 

5) sepanjang berdoa, banyakkan memuji kebesaran allah dan menyebut nama-nama allah yang lain yang bersesuaian dengan keperluan doa kita pada masa itu. Cthnya jika berdoa mohon dipermudahkan rezeki, sebutlah nama allah ar-razaq dan disusuli juga dengan bersalawat nabi saw 

6) berdoalah bersungguh-sungguh dari hati. Gunalah bahasa yg dapat difahami kerana allah maha pengasih dan sangat memahami dan mendengar segala bicara tulus hamba-hambanya 

7) ajarkanlah adab berdoa kepada seluruh ahli keluarga sedari usia kecil kerana insya allah ia akan dapat membentuk peribadi baik dalam kehidupan.

Tuesday, September 04, 2012

Karakter Zikir Metafizik melalui ayat-ayat Al-Quran




Salamun qaulam mir rabbir rahiim (Surat Yassiin : 58)


Energi seperti hembusan angin di pantai. keceppatan 200 juta km/ jam

La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minaz-Zalimin
Energi berhembus seperti angin di pantai dengan kecepatan 230 juta km/ jam


Innamaa amruhuu idzaa araada syai-an, ayyaquula lahuu kun fayakuun (Surat Yassiin : 82)

Seperti angin topan menghentak-hentak. Kecepatan 410 juta km/ jam


Ittaqu Allaha haqqa tuqatihi (Ali Imron : 102)

Hembusannya cukup kencang dengan kecepatan 255 juta km/ jam


Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillallah Wallahu Akbar

hembusannnya cool, cukup lembut namun terasa hangat. Kecepatan 300 juta km/ jam


Bismillahirrohmanirrohiim

Hangat bertiup seperti awan berjalan di langit. Kecepatan 370 juta km/jam


Allahu Akbar

Seperti tiupan angin puting beliung yg sangat kuat. Kecepatan 670 juta km/ jam

Angka ini adalah angka minimal yg dihasilkan pada saat melakukan zikir-zikir HM. Kuasa kecepatan akan dapat bertambah seiring bertambahnya kualitas ruhani/jati diri seseorang. Angka ini juga bukan bererti perbandingan besar kecilnya kuasa positif dari ayat-ayat Al Quran. Tetapi power positif dari masing-masing ayat ini manfaatnya berguna untuk masing-masing permasalahan rintangan kehidupan mausia. Bila dimanfaatkan dengan tepat pd permasalahannya, maka setiap ayat akan menjadi sangat berkuasa. Tak percaya? Cubalah sendiri...

Monday, August 27, 2012

Keistimewaan kalimah La ilaha ilallah

Pada zaman Bani Israil, ada seorang ahli ibadat dan seorang penderhaka. Tiba-tiba ahli ibadat itu meninggal dunia, maka Nabi Musa a.s mendapat tahu bahawa ahli ibadat itu termasuk di dalam senarai ahli neraka. Sesudah itu mati pula si penderhaka, maka Nabi Musa a.s mendapat tahu bahawa penderhaka tersebut termasuk di kalangan ahli syurga.
Apabila Nabi Musa a.s mendapat tahu hal ini maka baginda pun pergi ke rumah ahli ibadat itu lalu bertanya kepada isterinya, “Apakah amal yang sentiasa dibuat oleh suamimu?” Maka isteri ahli ibadat itu menjawab, “Suamiku itu sangat rajin melakukan amal ibadat dan kamu juga mengetahuinya.” Nabi Musa bertanya lagi, “Kemudian apa lagi yang dibuat oleh suamimu?” Lalu isteri ahli ibadat itu berkata, “Setiap malam apabila suamiku hendak tidur, dia akan berkata ‘Alangkah beruntungnya kami kalau apa yang diajar oleh Nabi Musa itu benar’.”
Setelah Nabi Musa a.s mendengar penjelasan dari isteri ahli ibadat itu, maka baginda pun pergi ke rumah penderhaka itu, setelah sampai di rumah orang itu maka Nabi Musa a.s bertanya kepada isteri penderhaka, “Apakah amal yang dilakukan oleh suamimu?” Isteri penderhaka pun menjawab, “Engkau pun tahu suamiku itu adalah seorang penderhaka, dia sangat suka berbuat kejahatan semata-mata.” Kemudian Nabi Musa a.s bertanya lagi, “Katakan padaku, apakah amal yang pernah dia lakukan selain itu.” Maka isteri penderhaka berkata, “Setiap malam sebelum tidur suamiku selalu membaca لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله atas apa yang diajarkan oleh Nabi Musa a.s.”
Dalam kisah ini kita dapat simpulkan bahawa ahli ibadat itu tidak yakin sepenuhnya dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Musa a.s maka Allah memasukkannya ke dalam neraka manakala si penderhaka  yang berbuat dosa dan meyakini setiap apa yang diajarkan oleh Nabi Musa a.s di samping mengamalkan kalimah syahadah dimasukkan ke dalam syurga. Oleh itu hendaklah kita melakukan amal ibadat dengan penuh kusyuk dan yakin dengan meletakkan harapan bahawa kita pasti akan bertemu dengan Allah dan jangan ragu-ragu dengan itu.
Rasulullah s.a.w telah bersabda, “Sesiapa yang mengucapkan لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله, yakin dengan iman yang teguh, maka sesungguhnya akan keluar dari mulutnya seekor burung berwarna hijau dengan dua sayap putih bertaburan mutiara yaqud, dan ia terbang ke langit sehingga terdengar dengungannya di bawah Arasy, bagaikan dengung lebah sehinggalah disuruh, ‘Tenanglah, diamlah’. Maka burung itu berkata, ‘Tidak, sebelum Engkau (Allah) mengampuni orang yang membacanya’.”
Maka Allah s.w.t pun mengampunkan orang yang mengucapkan kalimah tersebut lalu burung itu diberikan 70 lidah untuk membaca istighfar bagi orang yang membaca لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله itu sehingga hari Kiamat. Dan apabila tiba hari Kiamat, maka ia akan menyambut orang yang membaca kalimah tersebut dan menontonya masuk ke syurga.
Dikisahkan pula ketika Allah s.w.t menenggelamkan Firaun dan tenteranya dan menyelamatkan Nabi Musa a.s, maka pada waktu itu Nabi Musa a.s telah berdoa, “Ya Allah ya tuhanku, tunjukkanlah kepadaku amal perbuatan untuk mensyukuri nikmatMu ini”. Kemudian Allah berfirman, “Wahai Musa, bacalah لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله.” Nabi Musa bertanya lagi, “Ya Allah ya tuhanku, tambahkanlah lagi untukku.” Maka Allah berfirman, “Wahai Musa, sekiranya tujuh petala langit dan tujuh petala bumi diletakkan di sebelah kiri neraca timbangan (mizan) dan diletakkan kalimah لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله di sebelah kanannya, nescaya akan lebih berat bahagian لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله itu.”
 

Designed by Tempah Blog Template By productivedreams © 2012