Showing posts with label DUNIA ISLAM : SOLAT. Show all posts
Showing posts with label DUNIA ISLAM : SOLAT. Show all posts

Wednesday, January 02, 2013

Tahajud pengubat Kanser

Tahajjud Pengubat Kanser
Solat tahajjud ternyata tidak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapat tempat (maqam) terpuji disisi Allah tapi juga sangat penting bagi dunia perubatan dan kedoktoran. Munurut hasil peneliian Dr. Mohammad Soleh, dosen IAIN Surabaya, salah satu solat sunnah itu dapat membebaskan seseorang daripada serangan kanser.
Tidak percaya? “Cubalah anda rajin-rajin solat tahajjud. Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusyuk, dan ikhlas nescaya anda terbebas daripada infeksi dan kanser”, ucap soleh. Ayah dua anak itu bukan “tukang obat” jalanan. Dia melontarkan pernyataannya itu dalam desertasinya yang bejudul “Pengaruh Solat Tahajjud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan tubuh Imonologi”. Dengan desertasi itu, Soleh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedoktoran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang dipertahankannya. Selama ini, menurut Soleh, tahajjud di nilai hanya merupakan ibadah solat tambahan atau solat sunnah. Padahal jika dilakukan dengan khusyuk dan ikhlas, secara medis solat itu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M,G,A dan limposit-nya yang berupa persepsi dan motivasi posetif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi. Solat tahajjud yang dimaksudkan Soleh bukan sekadar menggugurkan status solat yang muakkadah (Sunnah mendekati wajid). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas solat, ketetapan gerakan, kekusyukkan, dan keikhlasan. Selama ini kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis.
Namun sebetulnya soal ini dapat di buktikan dengan teknologi kedoktoran. Ikhlas yang selama ini di pandang sebagai miseri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekrasi hormon kortisol. Parameternya, lanjut Soleh, bisa di ukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nml/liter. Sedang pada malam hari atau pada selepas jam 12.00 malam normalnya antara 69-345nml/liter. “Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas kerana tertekan. Begitu sebaliknya”. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang mambantah paradigma lama yang menganggap pelajaran agama islam semata-mata dogma atau dogtrin.
Soleh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok Persantren Hidayatullah, Surabaya . Drp 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan melakukan solat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah di uji lagi, tingal 19 siswa yang bertahan solat tahajjud selama 2 bulan. Solat di mulai pukul 2.00-3.30 pagi sebanyak 11 rakaat, masing-masing 2 rakaat 4 kali salam dan tiga rakaat witir. Selanjutnya, hormon kortisol mereka di ukur di tiga laboratium di Surabaya (paramita, Prodia dan klinika). Hasilnya ditemukan bahwa kondsi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajjud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menghadapi masalah-masalah yang di hadapi dengan stabil. “Jadi solat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki persersi dan motivasi positif dan coping yang efektif, emosi yang positif dapat meghindarkan seseorang dari strees,” Nah, menurut Soleh, orang yang strees(tekanan) itu biasanya retan sekali terhadap penyakit kanser dan infeksi. Dengan solat tahajjud yang di lakukan secara rutin dan di sertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki responimun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar drp penyakit infeksi dan kanser. Dan, berdasarkan hitungan teknik medis menunjukkan solat tahajjud yang dilakukan seperi itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik
“Maka dirikanlah Solat kerana Tuhanmu dan berkorbanlah”: (Al-Kautsar:2) Sebuah buki bahawa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahsia atas rahmat, nikmat, anugerah yang di berikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskan kita menunggu untuk masuk ke akal kita?”
Anda ingin beramal soleh….? Kirimkan teks ini kepada rakan-rakan atau saudara muslim yang lainnya yang anda kenali” Wasalam

Saturday, September 29, 2012

Ruginya tidur selepas Subuh


Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yanng penuh barakah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan.

Kemudian dari sisi sains pengobatan, kita akan menyedut oksigen di atmosfera bumi sekitar jam tiga pagi hingga terbit matahari (3 pagi hingga 7:30pagi) dan menggerakkan otot-otot di dalam badan kita yang akan menyegarkan badan dan melancarkan aliran darah ditubuh kita.

Kedua hal tersebut, yaitu oksigen dan gerakan otot sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Oksigen akan hilang dari atmosfer bumi selepas matahari terbit dan tidak datang lagi sampai besok pagi. Hanya manusia yang bangun pada waktu ini yang dapat menikmati oksigen tersebut.

Jadi pada waktu itu digalakkan kita membuka tingkap bagi memudahkan penyedutan oksigen ke dalam tubuh kita. Namun begitu tutup pintu dan tingkap sewaktu magrib kerana ia akan memberikan kemudaratan di mata syaitan mula berkeliaran dan sangat aktif pada waktu itu. 


Saudaraku, ingatlah bahawa orang-orang soleh terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur bahawa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,

“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.

Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :

1.Tidur ketika perlu tidur.
2.Tidur di awal malam – ini lebih manfaat daripada tidur lewat malam
3.Tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan petang. Apatah lagi pada waktu pagi dan petang sangat kurang manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu Asar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai solat subuh hingga matahari terbit. Kerena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang soleh. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mahu tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian kerana waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rezeki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)

BAHAYA TIDUR PAGI


[Pertama] Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.

[Kedua] Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush soleh (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.

[Ketiga] Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.

[Keempat] Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.

Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, "Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya." (Miftah Daris Sa'adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di petang harinya dia juga akan malas-malasan pula.

[Kelima] Menghambat datangnya rezeki.

Ibnul Qayyim berkata, "Empat hal yang menghambat datangnya rezeki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit solat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat." (Zaadul Ma’ad, 4/378)

[Keenam] Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)-Di petik dari rumaysho.com.

Rasulullah S.A.W. telah memberikan contoh yang baik bagaimana tidur yang benar lengkap dengan doa-doanya. Sebagai ringakasan mungkin kita bisa latihan untuk tidur malam seperti :
1. Makan malam sedikit saja cukup sekedar supaya tidak lapar. Jika kita makan malam yang banyak maka akan menyebabkan kita cepat mengantuk dan susah bangun dari tidur
2. Tunaikan solat Isya' sebelum tidur.
3. Bersihkan tempat tidur seperti seprei, bantal,kasur dan lain-lain dari kotoran.
4. Amalkan doa-doa sebelum dan sesudah tidur seperti yang diajarkan Rasulullah S.A.W.
5. Kurangi waktu tidur dari delapan jam sehari menjadi tujuh jam sehari untuk bulan pertama latihan; pada bulan kedua kurangi waktu tidur malam menjadi enam jam sehari, seterusnya pada bulan ketiga menjadi lima jam sehingga kita bisa tidur untuk waktu tiga jam saja.

Umumnya orang beranggapan bahwa tidur malam yang baik memerlukan waktu sekitar enam bahkan delapan jam sehari. Tetapi ketahuilah bahwasanya pendapat ini ditentang oleh para peneliti Barat seperti Dr Ray Meddis, seorang profesor di Department of Human Sciences, England University of Technology yang mengatakan bahwa manusia sebenarnya hanya perlu tidur malam selama TIGA JAM .

Waktu tidur bisa dibagi kedalam dua bagian yaitu tidur ayam dan tidur lelap. Mimpi biasanya terjadi pada tidur lelap (deep sleep). Manusia perlu berlatih untuk bisa tidur lelap karena tidur ayam adalah masa berangan-angan yang sebenarnya hanya membuang waktu saja. Tidur yang sebenarnya ialah ketika tidur lelap dengan mengacu pada kajian Barat yaitu cukup selama TIGA JAM.

Jadi eloklah kita bangun seawal 3 pagi kemudian menunaikan solat tahajud.

Coba kita kaji pergerakan otot-otot kita ketika sholat. Secara kasar, pertama kita berdiri tegak (qiyam) kemudian mengangkat kedua tangan bertakbir dan meletakkan tangan di atas dada - kita telah membesarkan rongga dada kita sehingga paru-paru akan terasa lapang serta menggerakkan otot di kedua belah tangan.
Ketika ruku' dengan badan membungkuk ke depan dan kedua tangan di atas kepala lutut dan punggung mendatar (parallel to the ground) sekaligus menggerakkan ruas-ruas tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan tulang tungkai.
Ketika sujud, seluruh berat badan tertumpu sepenuhnya di atas otot-otot kedua tangan, kaki. dada, perut, punggung, leher dan otot-otot kaki. Lihat saja pada waktu sujud ini berapa banyak otot dan persendian yang kita gerakkan.

Setelah itu kita bangkit dari sujud. Kita duduk, kemudian kita sujud lagi dan sesudah itu kita berdiri kembali. Dalam gerakan badan kali ini secara automatik kita telah menggerakkan sejumlah besar otot-otot di dada , bahu, lengan, perut, punggung, paha, kaki bagian bawah dan otot-otot lainnya. Selain itu kita juga melakukan dua jenis duduk - pertama duduk antara dua sujud dan kedua duduk tahiyat. Kedua jenis duduk ini menggerakkan tumit , pangkal paha, selangkangan, jari-jari kaki dan lain-lain.

Ketika kita memberi salam , kita menggerakkan otot-otot leher tengkuk dan lain-lain.
Kalau kita lihat dari dua hal di atas yaitu menghirup oksigen yang istimewa dan gerakan otot-otot yang semuanya itu sudah tentu akan menyehatkan tubuh kita. Sholat tahajud bisa juga menjauhkan penyakit pinggang yang selalu menyerang orang yang banyak tidur dan bangun lewat dari tidur malam.

"Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (Surah al-Isra' 17: 79)
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." ( Surah az-Zariat ayat 15-18 ).

Wednesday, September 05, 2012

Rahsia pergerakan Solat


1. Niat Sembahyang 
:
 Sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat. 

2. Berdiri Betul : Fadilatnya, ketika mati dapat meluaskan tempat kita di dalam kubur. 

3. Takbir-ratul Ihram : Fadilatnya, sebagai pelita yang menerangi kita di dalam kubur. 

4. Fatihah : Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur. 

5. Ruqu' : Sebagai tikar kita di dalam kubur. 

6. I'tidal : Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika di dalam kubur. 

7. Sujud : Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-MUSTAQIM. 

8. Duduk antara 2 Sujud : Akan menaung panji-panji nabi kita didalam kubur. 

9. Duduk antara 2 Sujud (akhir) : Menjadi kenderaan ketika kita di padang Mahsyar. 

10. Tahhiyat Akhir : Sebagai penjawab bagi soalan yang dikemukakan oleh mungkar & nangkir di dalam kubur. 

11. Selawat Nabi : Sebagai pendinding api neraka di dalam kubur. 

12. Salam : Memelihara kita di dalam kubur. 

13. Tertib : Akan pertemuan kita dengan Allah S. W. T.

Tuesday, September 04, 2012

Cara mengerjakan solat Jamak

Sembahyang jamak ialah menghimpunkan dua solat dalam satu waktu. Adakalanya jamak itu dinamakan 'jamak ta'khir' dan adakalanya dinamakan 'jamak taqdim'

"Jamak Taqdim" ialah mengerjakan sembahyang dalam waktu yang sebelumnya misalnya sembahyang Asar dilakukan pada waktu Zuhur sesudah mengerjakan sembahyang Zuhur. 

"Jamak Ta'khir" pula ialah menjamakkan sembahyang dalam waktu sesudahnya, misalnya sembahyang Zuhur dikerjakan sesudah sembahyang Asar atau sembahyang Maghrib sesudah Isyak.

Adapun yang boleh dijamakkan ialah sembahyang siang sama sembahyang siang seperti Zuhur dan Asar dan sembahyang malam sama sembahyang malam seperti Maghrib dan Isyak. Tidak boleh menjamakkan sembahyang siang dengan sembahyang malam begitu juga sebaliknya.Manakala sembahyang Subuh tidak boleh dijamakkan. 

Cara menjamakkan sembahyang seperti yang dinyatakan di atas umpamanya dikerjakan sembahyang Zuhur di waktu Asar atau sebaliknya. Begitu pula dengan sembahyang Maghrib dikerjakan pada waktu Isyak atau sebaliknya. Tetapi sembahyang Asar tidak boleh dijamakkan pada sembahyang Maghrib kerana itu bukan tempatnya.

Syarat Jamak Taqdim:

1. Meniatkan jamak di dalam solat.
2. Tertib ertinya mendahulukan mana yang patut didahulukan dan mengakhirkan mana yang patut diakhirkan. Maksudnya dikerjakan lebih dahulu sembahyang yang pertama kemudian yang kedua.
3. Berturut-turutan ertinya setelah selesai mengerjakan sembahyang yang pertama, hendaklah segera dikerjakan sembahyang yang kedua tanpa diselangi / dibatas oleh sesuatu perbuatan dan perkataan lain melainkan untuk berwudhuk kembali.

Sembahyang qasar pula ialah memendekkan solat yang empat rakaat kepada dua rakaat iaitu untuk solat zohor, asar dan isyak sahaja.

Syarat jamak ta'khir:

1. Meniatkan jamak di waktu yang pertama. Jika tidak, tidak sah jamaknya.
2. Lanjut perjalanan hingga akhir waktu kedua, andaikata ia sedang berjalan.

Lafaz niat solat jama' taqdim, cth: Zohor dengan Asar

" Usolli fardha al-Zuhri arba'a raka'atin majmu'an ilaihi al-'Asru lillah taala "
(Sahaja aku sembahyang fardhu Zohor empat rakaat jama' dengan Asar kerana Allah Ta'ala)

" Usolli fardha al-'Asr arba'a raka'atin majmu'an lillahi ta'ala "
(Sahaja aku sembahyang fardhu Asar empat rakaat jamak kerana Allah Ta'ala)

Bagi jama' ta'khir, cth: Asar dengan Zohor, lafaznya sama seperti di atas cuma berbeza pada sebutan solat (didahulukan solat Asar daripada solat Zohor.

Lafaz niat Qasar dan Jama' Taqdim / ta'khir serentak:cth: Zohor dengan Asar:

"Usolli fardha al-Zuhri qasran majmu'an ilaihi al-'Asru lillahi ta'ala"
(Sahaja aku sembahyang fardhu Zohor qasar, jamak dengan Asar kerana Allah Ta'ala

Sunday, August 12, 2012

Asal usul Solat


Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang diutuskan oleh Allah SWT untuk membimbing manusia ke arah jalan kebenaran. Tidak seperti umat nabi-nabi yang lain, umat nabi Muhammad telah diperintahkan untuk mengerjakan solat 5 waktu setiap hari. Ini merupakan kelebihan dan anugerah Allah SWT terhadap umat nabi Muhammad dimana solat tersebut akan memberikan perlindungan ketika di hari pembalasan kelak. Berikut diterangkan asal-usul bagaimana setiap solat mula dikerjakan.
Subuh:
Manusia pertama yang mengerjakan solat subuh ialah Nabi Adam a.s. iaitu ketika baginda keluar dari syurga lalu diturunkan ke bumi. Perkara pertama yang dilihatnya ialah kegelapan dan baginda berasa takut yang amat sangat. Apabila fajar subuh telah keluar, Nabi Adam a.s. pun bersembahyang dua rakaat.
Rakaat pertama: Tanda bersyukur kerana baginda terlepas dari kegelapan malam.
Rakaat kedua: Tanda bersyukur kerana siang telah menjelma.
Zohor:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Zohor ialah Nabi Ibrahim a.s. iaitu tatkala Allah SWT telah memerintahkan padanya agar menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s.. Seruan itu datang pada waktu tergelincir matahari, lalu sujudlah Nabi Ibrahim sebanyak empat rakaat.
Rakaat pertama: Tanda bersyukur bagi penebusan.
Rakaat kedua: Tanda bersyukur kerana dibukakan dukacitanya dan juga anaknya.
Rakaat ketiga: Tanda bersyukur dan memohon akan keredhaan Allah SWT.
Rakaat keempat: Tanda bersyukur kerana korbannya digantikan dengan tebusan kibas.
Asar:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Asar ialah Nabi Yunus a.s. tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari perut ikan Nun. Ikan Nun telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai, sedang ketika itu telah masuk waktu Asar. Maka bersyukurlah Nabi Yunus lalu bersembahyang empat rakaat kerana baginda telah diselamatkan oleh Allah SWT daripada 4 kegelapan iaitu:
Rakaat pertama: Kelam dengan kesalahan.
Rakaat kedua: Kelam dengan air laut.
Rakaat ketiga: Kelam dengan malam.
Rakaat keempat: Kelam dengan perut ikan Nun.
Maghrib:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Maghrib ialah Nabi Isa a.s. iaitu ketika baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari kejahilan dan kebodohan kaumnya, sedang waktu itu telah terbenamnya matahari. Bersyukur Nabi Isa, lalu bersembahyang tiga rakaat kerana diselamatkan dari kejahilan tersebut iaitu:
Rakaat pertama: Untuk menafikan ketuhanan selain daripada Allah yang Maha Esa.
Rakaat kedua: Untuk menafikan tuduhan dan juga tohmahan ke atas ibunya Siti Mariam yang telah dituduh melakukan perbuatan sumbang.
Rakaat ketiga: Untuk meyakinkan kaumnya bahawa Tuhan itu hanya satu iaitu Allah SWT semata-mata, tiada dua atau tiganya.
Isyak:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Isyak ialah Nabi Musa a.s.. Pada ketika itu, Nabi Musa telah tersesat mencari jalan keluar dari negeri Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita. Allah SWT menghilangkan semua perasaan dukacitanya itu pada waktu Isyak yang akhir. Lalu sembahyanglah Nabi Musa empat rakaat sebagai tanda bersyukur.
Rakaat pertama: Tanda dukacita terhadap isterinya.
Rakaat kedua: Tanda dukacita terhadap saudaranya Nabi Harun.
Rakaat ketiga: Tanda dukacita terhadap Firaun.
Rakaat keempat: Tanda dukacita terhadap anak Firaun

Tuesday, August 07, 2012

Hikmah sujud

Hikmah sujud antara lain ialah:

1- Melegakan sistem pernafasan (rilieved congestion for breathing).
2- Mengembalikan kedudukan organ ke tempat asalnya. Bernafas ketika sujud akan :
3- Membetulkan buah pinggang yang terkeluar sedikit dari tempat asalnya.
4- Membetulkan pundi peranakan yang jatuh (prolapsed uterus/fallen band womb)
5- Melegakan sakit hernia.
6- Mengurangkan sakit senggugut ketika haid.
7- Melegakan bahagian paru-paru dari ketegangan ( high parts of the lungs )
8- Mengurangkan kesakitan pada pesakit APPENDIKS @ SPLEEN(limpa)
9- Kedudukkan sujud paling baik untuk berehat dan mengimbang lingkungan bahagian belakang tubuh.
10- Meringankan bahagian PELVIS.
11- Memberi dorongan untuk mudah tidur .
12- Mengerakkan otot bahu, dada, leher, perut, punggung ketika akan sujud dan bangun darinya.
13- Gerakan otot-otot itu menjadikannya (otot) lebih kuat dan elastik,secara otomatik memastikan kelicinan perjalanan darah yang baik (smooth blood circulation).
14- Bagi wanita, gerakan otot itu menjadikan buah dadanya lebih baik, mudah berfungsi untuk menyusukan bayi dan terhindar dari sakit buah dada.
15- Mengurangkan kegemukkan (obesity).
16- Gerakan bahagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah kembali ke tempat asal serta terhindar dari sakit bergelombang perut(convulsions).
17- Otak manusia (organ terpenting) menerima banyak bekalan darah dan oksigen.
18- Mengelakkan pendarahan otak jika kita tiba-tiba menerima pompa darah ke otak secara kuat dan mengejut, terhindarlah penyakit seperti APOPLEXIA RUPTURE OF BLOOD VESSELS DAN ARTE IOSECLEROSIS OF CEREBRUM.
19- Kesan psikologi adalah dengan merasa rendah diri di hadapan Pencipta, sifat sombong, riak, takabur dapat dikikiskan..insyaAllah..

Sunday, August 05, 2012

Perbincangan tentang solat terawih


Alhamdulillah, bulan Ramadhan kembali menemui kita. Banyak ilmu yang perlu kita ulangkaji berkenaan amalan-amalan di dalam bulan Ramadhan, agar kita dapat memperoleh manfaat dan ganjaran yang sepenuhnya pada bulan yang mulia ini.
Justeru pada peluang ini, saya ingin mengajak para pembaca sekalian untuk mengulangkaji ilmu berkenaan Solat Terawih. Berkenaan keutamaan solat ini, Abu Hurairah r.a. menerangkan bahawa Rasulullah s.a.w. menganjurkan pada malam Ramadhan dengan anjuran yang bukan berupa perintah yang tegas. Baginda bersabda:
 “Sesiapa beribadah pada malam Ramadhan kerana iman dan mengharapkan ganjaran (daripada Allah), diampunkan dosa-dosanya yang telah lepas.” [Shahih Muslim, no: 759]
Hukum Solat Terawih.
 Solat Terawih hukumnya sunat mu’akad, iaitu amalan sunat yang amat dituntut. Rasulullah s.a.w. telah menganjurkannya dengan arahan yang tidak tegas, bererti hukumnya adalah sunat dan tidak wajib. Oleh kerana ia adalah amalan sunat, maka apabila bertembung antara Solat Terawih dengan sesuatu amalan lain yang wajib hukumnya, maka hendaklah diutamakan amalan yang wajib hukumnya. Sebagai contoh, jika anda memiliki kuliah fakulti pada waktu malam Ramadhan, maka menghadiri kuliah hendaklah diutamakan kerana menuntut ilmu hukumnya wajib berbanding Solat Terawih yang hukumnya sunat.

Waktu Perlaksanaan Solat Terawih.
Rasulullah s.a.w. bersabda, sebagaimana hadis di atas: “Sesiapa beribadah pada malam Ramadhan…”. Berdasarkan hadis ini, tempoh perlaksanaan Solat Terawih ialahsesudah masuk waktu solat Isyak sehingga sebelum masuk waktu solat Subuh. Berdasarkan tempoh perlaksanaan yang luas ini, sesiapa yang tidak dapat melaksanakannya pada awal malam boleh melaksanakannya pada pertengahan atau akhir malam.
Kembali kepada contoh pelajar yang perlu menghadiri kuliah pada waktu malam, dia masih boleh melaksanakan Solat Terawihnya sesudah kuliah. Jika keletihan, dia boleh tidur sebentar kemudian bangun untuk melaksanakan Solat Terawih. Waktu perlaksanaan Solat terawih tidak terbatas kepada selepas solat Isyak sahaja.
Cara Perlaksanaan Solat Terawih.
Solat Terawih boleh dilaksanakan secara berjamaah atau bersendirian. Berjamaah adalah lebih afdal merujuk kepada anjuran Rasulullah s.a.w.:

“Sesungguhnya sesiapa yang bersolat (Terawih) bersama imam sehingga selesai maka Allah Menulis baginya (ganjaran seumpama) bersolat sepanjang malam.” [Shahih Sunan al-Nasa’e, no: 1604]

Namun jika menghadapi kesempitan untuk melaksanakannya secara berjamaah, maka dibolehkan melaksanakannya secara bersendirian. Rasulullah s.a.w. sendiri pada zaman baginda adakala melaksanakannya secara berjamaah dan adakala secara bersendirian. Ini bagi memberi kelapangan bagi umat, seandainya mereka menghadapi kesempitan masa atau tenaga.

Maka jika anda keletihan pulang dari kerja misalnya sehingga tak terdaya melaksanakannya secara berjamaah di masjid, maka boleh melaksanakannya secara bersendirian di rumah setelah berehat secukupnya.

Bilangan Rakaat Solat Terawih.

Solat Terawih boleh dilaksanakan dalam jumlah lapan atau dua puluh rakaat, diiikuti dengan Solat Sunat Witir. Kadangkala timbul persoalan berkenaan jumlah rakaat Solat Terawih yang sepatutnya dilaksanakan, lapan atau dua puluh rakaat? Sebenarnya lapan atau dua puluh, setiapnya memiliki dalil dan hujah di sebaliknya sehingga boleh diamalkan kedua-dua jumlah rakaat mengikut kecenderungan dan pilihan masing-masing.
Antara Kualiti dan Kuantiti.
Saya yakin para pembaca sekalian mengetahui bahawa kualiti adalah lebih penting daripada kuantiti. Maka terhadap Solat Terawih, pastikan ia dilaksanakan secara baik (kualiti) dan tidak sekadar mengejar rakaat yang banyak (kuantiti). Antara aspek kualiti yang sering ditinggalkan ialah:
1.      Meninggalkan bacaan al-Qur’an secara tartil, iaitu sebutan kalimah-kalimah al-Qur’an secara jelas berdasarkan disiplin tajwid yang betul. Allah s.w.t. memerintah kita: “Dan bacalah al-Qur’an dengan tartil.” [Surah al-Muzammil, ayat 4]
2.      Meninggalkan bacaan doa iftitah sebelum al-Fatihah dan bacaan surah-surah selepas al-Fatihah. Ini satu kerugian kerana bacaan-bacaan itu memberi ganjaran pahala yang amat besar.
3.      Mengabaikan thama’ninah, iaitu kekal di dalam sesuatu posisi solat seperti rukuk, iktidal, sujud dan duduk di antara dua sujud. Tempoh kekal di dalam sesuatu posisi ialah sehingga bacaan dalam posisi itu dapat dilengkapkan dengan betul dan sempurna jumlahnya. Pernah ada seorang lelaki yang bersolat tanpa thama’ninahpada zaman Rasulullah s.a.w.. Melihat cara solat lelaki itu, Rasulullah s.a.w. memerintahkan beliau untuk mengulanginya [Shahih al-Bukhari, no: 757]. Tindakan baginda menyuruh lelaki itu mengulangi solat menunjukkan thama’ninah ialah syarat sah solat. Sesiapa yang meninggalkannya bererti solatnya, sama ada Solat Terawih atau selainnya, adalah tidak sah.
4.      Meringkaskan bacaan selawat. Ada pendapat yang membahagikan bacaan selawat ketika duduk tasyahud sebagai wajib dan sunat. Bahagian awal selawat: “Allahumma sholli ‘ala Muhammad” dikatakan wajib manakala seterusnya dikatakan sunat. Maka atas tujuan meringkaskan Solat Terawih, hanya bahagian awal selawat yang dibaca. Ini adalah satu kesalahan kerana pembahagian selawat ketika duduk tasyahudkepada wajib dan sunat tidak berasal daripada petunjuk al-Qur’an dan hadis. Selawat wajib dibaca keseluruhannya, selengkapnya.
Berdasarkan poin-poin di atas, ayuh kita jadikan Solat Terawih pada tahun ini dan tahun-tahun akan datang dilaksanakan berdasarkan kualiti dan bukannya kuantiti.

Hadis Nabi: kepentingan solat fardu dan solat sunat

Dari Abi Hurairah r.a. beliau berkata: Sabda Rasulullah S.A.W:

"Sesungguhnya amalan seorang hamba yang pertama sekali dihisab ialah sembahyangnya. Sekiranya sembahyang itu bagus, maka dia berjaya. Tetapi jika sembahyang itu rosak, maka dia rugi. Sekira ada apa-apa kekurangan didalam kewajipannya(solat) maka Allah Azza Wajal mengatakan:- Perhatikan apakah hamba aku mempunyai sembahyang sunat yang boleh dia menyempurnakan kekurangannya didalam solat fardu. Segala amalannya yang lain akan diadili seperti itu.( Diriwayatkan oleh al-Tirmizi, Abu Daud, Al-Nasaai, Ibn Majah dan Ahmad)

Hadis di atas menjelaskan kepentingan solat fardu dan solat sunat. Solat fardu merupakan amalan yang pertama sekali dihisab oleh Allah SWT. Sekira solatnya diterima maka dialah manusia paling beruntung kerana akan diterima semua amalan-amalan yang lain. Sekira solatnya tidak sempurna disebabkan tidak khusyuk, lalai dalam solat, melewat-lewatkan solat dan seumpamanya , maka Allah memerintahkan para malaikat mencari solat-solat sunat yang pernah dilakukan untuk menampung kekurangan solat fardu tadi.

Sekiranya solat seseorang itu tidak diterima disebabkan kelalaiannya semasa hidup di dunia dengan sengaja mengabaikan solat fardu maka dia merupakan manusia paling rugi dan celaka kerana semua amalan yang lain tidak akan diterima.

Alangkah pentingnya solat fardu yang hanya diwajibkan lima kali dalam sehari. Tapi alangkah mengecewakan kerana generasi pada hari ini memandang remeh dan begitu mudah mengabaikan kewajipan ini tanpa rasa takut dan gerun dengan azab Allah yang sedang menunggunya di akhirat. Pelabagai alasan yang diberikan bila mereka tidak menunaikan solat fardu. Amat-amat tidak bermoral dan sungguh tidak bersyukur dengan jutaan nikmat dan kesenangan yang dikurniakan oleh Allah SWT dengan percuma.

Begitu juga dengan solat-solat sunat yang tidak kurang pentingnya kerana ia mampu menampung kekurangan yang terdapat dalam solat fardu. Oleh itu kita hendaklah memperbanyakkan solat-solat sunat sama ada solat sunat rawatib, tahajjud, taubat, dhuha, tasbih, hajat dan sebagainya.
Semoga Allah sentiasa membimbing dan menjadikan kita serta anak keturunan termasuk dalam golongan yang menegakkan solat dengan sempurna.

Wahai saudaraku, jagalah solatmu!


Solat merupakan ibadat asas dalam Islam, tiang agama dan pembeza antara orang Islam dengan bukan Islam. Namun pada hari ini amat mendukacitakan apabila individu yang mengaku beragama Islam tapi tidak melaksanakan solat fardu. Mereka hanya Islam pada nama semata-mata. Mereka telah menruntuhkan agama mereka sendiri.

Kedudukan Solat Dalam Islam

1) Solat adalah kewajipan paling utama setelah dua kalimat syahadat dan merupakan salah satu rukun Islam.

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, “Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, MENDIRIKAN SOLAT, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadan.”[ Muslim]

2) Solat merupakan pembeza antara muslim dan kafir

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah solat. Barangsiapa meninggalkan solat, maka ia kafir” [Muslim].

Salah seorang tabi’in bernama Abdullah bin Syaqiq rahimahullah berkata, “Dulu para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali solat.”[4]

3) Solat adalah tiang agama dan agama seseorang tidak tegak kecuali dengan menegakkan solat

Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya adalah solat.”[al-Tirmizi]

4) Amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah solatnya. Apabila solatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila solatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari solat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala  mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan solat sunnah?’ Maka solat sunnah tersebut akan menyempurnakan solat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”  Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.”[Abu Daud]

5) Solat merupakan Penjaga Darah dan Harta Seseorang

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mahu mengucapkan laa ilaaha illallah (Tiada sembahan yang haq kecuali Allah), menegakkan solat, dan membayar zakat. Apabila mereka telah melakukan semua itu, berarti mereka telah memelihara harta dan jiwanya dariku kecuali ada alasan yang hak menurut Islam (bagiku untuk memerangi mereka) dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah Ta’ala.”[al-Bukhari dan Muslim]

Keutamaan Mengerjakan Solat  lima waktu

Solat memiliki keutamaan-keutamaan berupa pahala, ampunan dan berbagai keuntungan yang Allah sediakan bagi orang yang menegakkan sholat dan rukun-rukunnnya dan lebih utama lagi apabila sunnah-sunnah sholat 5 waktu dikerjakan, diantara keutamaan-keutamaan tersebut adalah:

1) Mendapatkan cinta dan reda Allah

Orang yang mengerjakan solat berarti menjalankan perintah Allah, maka ia pantas mendapatkan cinta dan keredaan Allah. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah (wahai muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

2) Selamat dari api neraka dan masuk surga

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al Ahzab: 71).

Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairi Rahimahullahu ta’ala berkata, “Yang dimaksud dengan kemenangan dalam ayat ini adalah selamat dari api neraka dan masuk kedalam surga”[8]. Dan melaksanakan sholat termasuk mentaati Allah dan Rasul-Nya.

3) Pewaris surga Firdaus dan kekal di dalamnya

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman … dan orang-orang yang memelihara sholatnya mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Mu’minun: 1-11)

4) Pelaku solat disifati sebagai seorang muslim yang beriman dan bertaqwa

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan solat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al Baqarah: 2-3)

5) Akan mendapat keampunan dan pahala yang besar dari  Allah

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab: 35)

6) Solat tempat meminta pertolongan kepada Allah sekaligus ciri orang yang khusyuk

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al Baqarah: 45)

7) Solat mencegah hamba dari Perbuatan Keji dan Mungkar

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah solat. Sesungguhnya solat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan Sesungguhnya mengingat Allah (solat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut: 45)

 

Designed by Tempah Blog Template By productivedreams © 2012